Minggu, 25 Oktober 2015

Suamiku telah memperkosaku, tolong aku

Hey,,,

Apa kamu tahu hal yang membuatku seperti kerasukan roh jahat?
Ingin rasanya aku cabik-cabik ragamu, mengeluarkan hati mu dari dalam nya dan ku berikan kepada binatang kelaparan pinggir jalan
Mungkin itu akan lebih bermanfaat untuk binatang kelaparan
Ragamu, senyuman bajingan yang selalu kamu paparkan tepat didepan wajahku ini
Merasakan indahnya bercinta aku telah merasakannya tentunya denganmu
Merasakan nikmatnya hangatnya pelukanmu aku pun telah terbuai
Membisukan segala keinginanku hanya untuk membuatmu bahagia aku pun telah melakukannya
Bagaimana rasanya telah dibunuh kepercayaan diri oleh wanita lain yang merasakan hangatnya dekapanmu aku pun sanggup untuk meredapkan laraku
Tak ingin aku mempertanyakan apa, mengapa, bagaimana dan semua pertanyaan yang semakin membuatku terbujur kaku menatap jasadku sendiri
Aku ingin menggiringmu memasuki goa-goa kegelapan yang selalu kamu berikan untukku
Aku ingin menyusurinya bersamamu
Lalu menyuntikkan obat bius tepat dileher mu
Aku ingin melihatmu menderita didalam goa-goa yang kamu ciptakan untukku
Membiarkanmu terbujur kaku, membiarkan tikus-tikus rakus itu melucuti kulitmu yang pernah aku rasakan
Membiarkan mereka menyiksamu sedemikian rupa
Teriakan bahkan tangisan rintih tak akan pernah aku berpaling melihat mu
Bajingan tengik yang telah menyebarkan berita busuk akan diriku tak segan untuk aku membunuhnya dengan perlahan dan penuh rintihan lirih
Membuatmu tersadar akan dosa dan doa yang pernah kita lakukan dan langgar secara banjingannya
Teriakanmu semakin keras
Kamu tahu sayang, apa yang ingin aku berikan sebagai kado tujuh tahun kita berhubungan?
Janin didalam perut ini, tak akan ku biarkan sepertimu bajingan lakmat

Teriak saja sekencang-kencangnya, karena semenjak detik itu wanita ini hanya memberikan senyum kemenangan atas harga diri dan kebebasan dari siksaanmu
Lagi-lagi kamu lupa sayang, dalam senyumanku aku hadirkan ribuan kebencian akan sosokmu, didalam kepatuhanku kepadamu aku sedang merencanakan bagaimana cara untuk membalas dendam kepadamu
Suamiku telah memperkosaku, tolong aku
Ku mohon....
Tubuh ini semakin terasa kotor, aku benci situasi seperti ini, aku mohon tolong aku

Selasa, 25 Agustus 2015

Selamatkan pagi yang indah

Selamat pagi untuk pagi pertamaku yang damai ini
 Kamu membangkitkan gairahku menjalani hidup yang pernah kelamTerimaksaih untuk tulusnya rasa yang telah kamu teruntukkan untuk ku
Benar kata mu, semua orang akan berubah
Entah itu menjadi lebih baik atau buruk itu pilihan diri untuk melanjutkan perjalanan ini
Tapi aku tak merasakan diriku berubah, aku hanya memilih untuk bersyukur
Bersyukur akan kenangan-kenangan indah yang aku dapatkan
Begitu banyak keindahan, kedamaian, kebahagian yang mungkin bila orang lain tahu akan cemburu
Tentang bagaimana aku bisa seberuntung ini dalam hidup?
Bagaimana aku bisa menjalani kehidupan dengan berlimpah anugerah luar biasa

Aku hanya mampu memberi satu pernyataan untuk kalian
“Nyalakan radarmu, lakukan apa yang kamu inginkan dan gunakan hati mu untuk memberi petunjuk ketulusan,  maka kamu akan tetap bersyukur karena tetap berkomunikasi dengan baik dengan hati kecilmu”

Selamatkan pagi yang indah
Matahari yang bersinar indah, silahkan saja gunakan topeng-topeng antagonis dalam dirimu
Manusia tak pernah mengetahui isi hati manusia satu sama lain
Selamatkan pagi yang indah
Biarkan tetap seperti itu topeng-topeng antagonis menutupi ketulusan
Membuat semuanya menjadi lebih nyaman melakukan kebaikan tanpa perlu menunjukan sayap indah yang tetap bersembunyi
Tunggu, tunggu jangan dulu pudarkan senyum indah mu, karena kamu adalah salah satu anugerah terindah Tuhan yang membantu ku untuk tetap damai
Selamatkan pagi yang indah
Dekatkan jiwa yang pernah membiru menjadi pelagi



Aku mengaku

Sabtu, 22 Agustus 2015

Ada fanta kaleng di atas Kapal

Tak sengaja aku membuka buku harian ku, bisa dikatakan bahwa buku harian yang sedang aku pandangi ini merupakan buku harianku yang ke dua.
Aku pernah menulis kisah-kisah yang pernah terjadi dihidupku di orzy, dan sampai sekarang masih ada, namun tak ingin aku habiskan halaman orzy pertamaku itu, entah sudah berapa waktu berlalu dan aku membeli kembali buku harian ku yang kedua.
Seperti anak –anak diusia ku dahulu, aku selalu bermain sehabis pulang sekolah. Banyak sekali permainan yang pernah aku lakukan, aku sangat bahagia, tepatnya masa kecilku indah. Lagi-lagi aku kembali kerumah, memasuki kamar orangtuaku, disana dulu tempat yang paling tenang untuk aku menulis. Dari kejadian yang tak berarti sampai yang tak luput dari ingatan.
Benar ada nya menulis membuat hati ini lega dengan segala kekesalan, kekhawatiran, kesedihan, rindu, benci, air mata dan bahagia semua tumpah dalam buku harian ku. Bukan tak memiliki kawan, sahabat ataupun seseorang yang bisa aku percaya menyimpan rahasia ku, hanya saja aku lebih menyukai menulis, karena dalam tulisan tangan ini sulit untuk membohongi diri bahwa “aku baik-baik saja” sudah jelas aku tidak baik-baik saja dan semua menjadi rahasia diantara aku, buku harian ku dan Tuhan Yang Maha Esa.
Buku harianku yang kedua ini bisa dikatakan bahwa ini masa-masa puber pertamaku di bangku SMP entah sudah berapa tahun yang lalu, perkiraanku mungkin 9 tahun karena tanggal dan tahun yang tercantum  25-08-2007.
Ada apa saja kisah-kisah yang pernah aku alami dimasa itu? Tentunya tak akan aku ceritakan kepada kalian pembaca. Hanya ingin mengingat masa-masa puber anak SMP yang takut akan dunia pacaran. Mengapa tetap memilih bungkam dan hanya berharap entah apa yang pernah aku lakukan masa konyol itu, sayangnya kali ini bukan lagi air mata yang menghiasi wajah ini namun ingatan lucu dan timbullah senyum lebar yang tak bisa aku jabarkan mengapa aku tersenyum seperti ini. Hanya satu yang ingin aku bocorkan, baca baik-baik.

“aku ingin berbalik arah, melihat siapa yang memanggilku dan aku ingin sekali memastikan bahwa yang aku dengar di speaker stadion saat itu benar nama sekolah mu SMK 2 Jakarta”.... (sampai detik itu pun aku tak pernah kembali menoleh kebelakang, berjalan seolah tak ada apa-apa dan tak mengenal siapapun disana).

#catatanhariananakpuberSMP

Selasa, 07 Juli 2015

Unimportant

Like a smile in emotion
But i can't tell what the truth happened
I used so many times to thinked then did the best like crazy women in their own
I'm grow old now, then its make me to find out the wat of life to keep brave with anything happen in my life

I do, I do, yes I do
Love red lipstics in everyday guys
*peaceOut!

Minggu, 21 Juni 2015

Lekang

Kamu
Malam
Sunyi
Harus tahu, sangat harus mengerti
Dalam diam bukan berarti tak tahu ataupun mati rasa
Andai semua hanya menatap dalam rupa sudah dapat dipastikan rasa tak lagi dapat dirasakan
Walau begitu rumit bukan berarti tak ada rasa yang dapat disampaikan
Dalam diam
Dalam diam iya dalam diam diharapkan ungkapkan rasa
Tak akan pernah cukup
Tak akan
Sampai dapat dimengerti
Benar-benar indah, sungguh bukan rayuan karena benar adanya
Saling
Itu lah yang menjadikan indah, bukan hanya rasa yang tercipta namun terasa dan selamatkan dekapan
Jangan lupa bahagia
Lagi-lagi selalu menghampiri bukan hanya ucapan rindu dan rasa
Iya kamu
Malam
Sunyi

Rabu, 17 Juni 2015

Marhaban ya Ramadhan

Lagi-lagi gue puasa jauh dari orangtua, ini puasa ke-3 gue jauh dari orangtua yang gue sayangnya pake banget.
Pengen banget bisa puasa bareng papamama tapi apa daya, masih banyak yang harus diurus dikota pelajar ini.
Dinamakan kota pelajar mungkin karena banyak yang menuntut ilmu dikota Yogyakarta ini. 
Ini malam pertama dibulan puasa yang penuh barokah, rahmat dan semua hal yang baik yang Allah ciptakan jauh lebih istimewa dari bulan-bulan lainnya.
Dinamakan bulan puasa juga mungkin karena dibulan ini umat Islam diseluruh bumi menjalankan ibadah puasa. Ya allah, saya rindu pelukanmu.
Rindu teramat sangat dengan semua nikmat yang telah Engkau berikan untuk hamba, keluarga hamba dan orang-orang yang hamba sayangi.
Ampun, ampuni hamba yang lekat dengan dosa-dosa ini.

Ya allah,
Subhanallahi wa bi hamdihi 100x

Jauhkan hamba dari rasa iri, dendam dan hal-hal yang Engkau larang. Terlalu banyak hal-hal yang membuat hamba terluka yang menghadirkan kekecewaan.
Mungkin ini hanya awal perjalanan yang harus ku tempuh.
Malam ini terlalu rapuh, terlalu ingin tidur dalam dekapan dan ingin mensyukuri segala nikmat dan rahmat yang telah Engkau berikan untuk hamba dan khususnya kedua orangtua hamba.
Bulan yang suci ini selalu saja membuatku merasa bergelimang dosa-dosa.
Ampun, ampun, ampun ya Allah ya Rabb
Aamiin


Mama papa, dede sayang kalian…

Minggu, 07 Juni 2015

C dan O

"Tuh kan nangis lagi hmmmmmm
Udah dibilang Chacha paling nggak suka kamu nangis kaya gini!"
Chacha mengusap air mata yang mengalir di pipi Oki dengan lembut, Chacha bergerak mencari tisu yang ada didalam tasnya. Setelah menemukan, Chacha berbalik ingin menghampiri Oki dan meberikan tisu yang sudah ia genggam.
Namun ketika ia berbalik Oki sudah ada didepannya dan memeluknya dengan teramat erat, lagi-lagi Chacha mampu merasakan detak jantung Oki dengan begitu jelasnya.
"Gue sayang lo bodoh, gue nyaman banget sama lo, kenapa kita nggak bisa nyatu!" Dengan suara sedikit pangau Oki mengatakan semuanya dengan jelas dan masih pelukan mereka semakin erat. Chacha teringat kembali betapa ia menyakiti diri dengan berpura-pura semuanya baik-baik saja, ia hanya ingin Oki tahu bahwa cinta mereka tak akan bisa bersatu. Chacha ingin sekali mengatakan apa yang sebenarnya ia rasakan yang tersimpan rapih didalam lubuk hatinya namun tak akan ia utarakan, karena hal itu tentu saja tak bisa mengubah takdir, semakin ia menyimpan semakin ia terluka parah namun senyum di bibir Chacha selalu mereka untuk Oki, pria yang teramat ia cintai namun ia memilih mengikhlaskan perasaannya.
Seperti memutar lagu yang hanya itu-tu saja, kembali Chaha mengatakan "aku juga sayang kamu, tapi mau gimana lagi ki, kita nggak bisa nyatu dan itu jawabannya, aku tetep sayang kamu, dan kamu udah tahu itu kan?"
Perlahan Oki melepaskan Chacha dari pelukannya, dengan mata dan wajah yang membuat Chacha semakin merasa harus lebih tegar dari sebelumnya. "Cuci muka mu, takut ada yang melihat keadaan kita seperti ini" ucsp Chaca sambil mengelus lembut wajah Oki dab mendaratkan ciuman di kening Oki. Sudah lewat sepuluh menit dari insiden tersebut, tangan mereka masih saling menggenggam entah ada yang ada dipikiran Chacha saat itu, ia hanya ingin saling membahagiakan saat itu. Oki menyalakan seputung rokok dan menghirupnya dalam-dalam. Besok merupakan hari terakhir ia bertemu Chacha sebelum semua memburuk, ia pun ingin terus bersama Chaha hari itu dan tak ingin kehilangan. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Mereka akan menjalani kehididupan mereka masing-masih lalu menenggelamkan diri daru rutinitas yang memaksa mereka melupakan rasa sakit, walau hanya sesaat.

*5 tahun kemudian
…………………………………………………