Selasa, 02 Januari 2018

sejarah filsafat

Nama: Efi Septianingsih
NIM: 17701251013
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Kelas B

Ini adalah refleski ke tiga saya berdasarkan mata kuliah Filsafat Ilmu. Semoga bermanfaat dalam topik pada refleksian kali ini yaitu “Perjalanan  Filsafat”. Selamat membaca. Sekali lagi saya benar-benar terngiang kalimat yang Prof utarakan “pikiran boleh kacau, tapi hati jangan”.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada pertemuan ke tiga perkuliahan Filsafat Ilmu dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2017 pukul 11.10 s.d. 12.50 berlokasi di ruang 200B Gedung lama Pascasarjana. Kuliah Fisafat Ilmu diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Bedasarkan pada gambar dibawah ini, bisa dilihat bagaimana kacaunya logika bukan? Namun jangan sampai hatimu kacau. Itu adalah kalimat yang biasa Prof. Marsigit sampaikan.



Berhubung kacaunya ketika saya mendengarkan bahkan mencoba untuk memahaminya, oleh karena itu saya mengambil bagian yang membuat saya tertarik berikut gambar dibawah ini dan refleksinya


Perjalanan Filsafat
Bagaimanya yang terlihat? Membingungkan dan membuat pandangan kacau bukan? Ahahaha semangArt itu adalah salah satu yang harus dipelajari melihat yang tidak orang lain lihat.
Berdasarkan pada gambar diatas, saya tertarik untuk mengangkat bagian kecil. Namum sebelum masuk dengan apa yang saya ingin refleskikan. Berikut adalah pengantar yang disampaikan oleh Prof. Marsigit.
Dari awal sampai akhir dalam filsafat adalah “isme”. Isme adalah pusatnya maka hati-hati dengan filsafat.  Artinya ketika dalam Filsafat mengatakan “Humanisme” mengandung unsur pusatnya unsur pusatnya manusia dan mengandung makna Tuhan ada disana. Maka Humanisme spiritualisme, ke psikologi sampai commentsains orang awam berbeda makna. Dan dibawah dini adalah beberapa point yang membuat saya tertarik:
Skeptisisme
Dalam penggunaan sehari-hari skeptisme bisa berarti: suatu sikap keraguan atau disposisi untuk keraguan baik secara umum atau menujun objek tertentu: metode ditangguhkan pertimbangan, keraguan sistematis, atau kritis yang karakteristik skeptis (Merriam-Webster).

Rasionalisme
Secara etimologis rasionalisme berasal dari bahasa Inggris rationalis. Kata ini berasal dari kata bahasa Latin ratio yang berarti “akal”. Sementara itu, secara terminologis aliran ini dipandang sebagai aliran yang berpegang pada prinsip bahwa akal harus diberi peranan utama dalam penjelasan. Ia menekankan akal budi (rasio) sebagai sumber utama pengetahuan, mendahului unggul atas, dan bebas (terlepas) dari pengamatan inderawi. Dalam rasio terdapat ide-ide denga itu orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan realitas diluar rasio. Berdasarkan www.rangkumanmakalah.com

 Emperisme
Kata-kata ini berakar dari kata bahsa Yunani (empeiria) dan dari kata experietia yang berarti “berpengalaman dalam” berkenalan dengan, “terampil untuk”. Sementara menurut A.R. Lacey berdasarkan akar katanya Empirisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa pengetahuan secara keseluruhan atau parsial didasarkan kepada pengalaman yang menggunakan indera. Selanjutnya secara terminologis terdapat beberapa defisi mengenai Empirisme. Diantaranya: doktrin bahwa sumber seluruh pengetahuan harus dicari dalam pengalaman, pandangan bahwa semua ide merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami, pengalaman indrawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan dan bukan akal, baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia saja. Masalah yang dibicarakan adalah tentang subtansi. Dan karena berdasar pada pengalaman inderawi maka teori empirikal berdasarkan atas eksperimentasi realistis. Pada kelanjutannya teori ini dianut pula oleh Marxisme tantang pengetahuan manusia sebagai cerminan realitas obyektif. Berdasarkan www.rangkumanmakalah.com

 Kritisisme
Menurut Immanuel Kant, adanya kekeliruan dan pertentangan-pertentangan mengenai bermacam-macam ajaran, memaksa kita untuk mempertanggungjawbkan pengetahuan kita. Sistem yang mencoba untuk mempertanggung jawabkan pengetahuan kita itu yang dinamakan kritika atau kritisme.
Kritisme berasal dari kata kritika yang merupakan kata kerja dari krinein yang artinya memerikasa dengan teliti, menguji, membeda-bedakan. Adapun pengertian yang lebih lengkap adalah pengetahuan yang memeriksa dengan teliti, apakah pengetahuan kita sesuai dengan realita dan bagaimana kesesuaiannya dengan kehidupan kita.

Bahasaisme (analitik)
Aliran filsafat yang muncul dari kelompok filsuf yang menyebut dirinya Wina. Filsafat analik lingkaran Wina itu berkembang dari Jerman hingga ke luar, yaitu Polandia dan Inggris. Pandangan utamanya penolakan terhadap metafisika.

 Intuisi
Berdasarkan m.hidayatullah.com intuisi, atau yang dalam istilah teknisnya disebut hads merupakan pemahaman yang diperoleh secara langsung, tanpa perantara, tanpa rentetan detail dan susunan katam serta tanpa melalui langkah-langkah logika satu demi satu.
Segala macam isme munculnya dari obyek, obyek tersebut pikiran yang tunggal atau yang mono. Dan Monoisme itu merupakan kuasa Tuhan. Jadi hanya bersifat satu. Dan terdapat pula Pruralisme, ini adalah keterbalikannya dari mono maka inilah bakat imajiner antara langit dan bumi. Antara ide dan kenyataan. Artinya  bersifat banyak, bukan hanya satu.
Pada akhir kuliah seperti biasa, kuliah ditutup dengan kata saling mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan. Diingatkan untuk tetap semangat berjuang, berdoa semoga dalam lindungan Tuhan. Keselamatan dalam dunia maupun akhirat. Jasmani maupun rohani. Pembelajaran diakhiri dengan berdoa.




SemangArt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar