Nama: Efi Septianingsih
NIM: 17701251013
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Kelas B
Ini adalah refleski ke
tiga saya berdasarkan mata kuliah Filsafat Ilmu. Semoga bermanfaat dalam topik
pada refleksian kali ini yaitu “Perjalanan
Filsafat”. Selamat membaca. Sekali lagi saya benar-benar terngiang
kalimat yang Prof utarakan “pikiran boleh kacau, tapi hati jangan”.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada pertemuan
ke tiga perkuliahan
Filsafat Ilmu dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2017 pukul
11.10 s.d. 12.50 berlokasi di ruang 200B Gedung lama Pascasarjana. Kuliah Fisafat Ilmu diampu
oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Bedasarkan pada gambar
dibawah ini, bisa dilihat bagaimana kacaunya logika bukan? Namun jangan sampai
hatimu kacau. Itu adalah kalimat yang biasa Prof. Marsigit sampaikan.
Berhubung kacaunya ketika
saya mendengarkan bahkan mencoba untuk memahaminya, oleh karena itu saya
mengambil bagian yang membuat saya tertarik berikut gambar dibawah ini dan
refleksinya
Perjalanan Filsafat
Bagaimanya yang terlihat?
Membingungkan dan membuat pandangan kacau bukan? Ahahaha semangArt itu adalah
salah satu yang harus dipelajari melihat yang tidak orang lain lihat.
Berdasarkan pada gambar
diatas, saya tertarik untuk mengangkat bagian kecil. Namum sebelum masuk dengan
apa yang saya ingin refleskikan. Berikut adalah pengantar yang disampaikan oleh
Prof. Marsigit.
Dari awal sampai akhir dalam
filsafat adalah “isme”. Isme adalah
pusatnya maka hati-hati dengan filsafat.
Artinya ketika dalam Filsafat mengatakan “Humanisme” mengandung unsur pusatnya unsur pusatnya manusia dan
mengandung makna Tuhan ada disana. Maka Humanisme spiritualisme, ke psikologi sampai commentsains orang awam berbeda
makna. Dan dibawah dini adalah beberapa point yang membuat saya tertarik:
Skeptisisme
Dalam
penggunaan sehari-hari skeptisme bisa berarti: suatu sikap keraguan atau
disposisi untuk keraguan baik secara umum atau menujun objek tertentu: metode
ditangguhkan pertimbangan, keraguan sistematis, atau kritis yang karakteristik
skeptis (Merriam-Webster).
Rasionalisme
Secara
etimologis rasionalisme berasal dari bahasa Inggris rationalis. Kata ini
berasal dari kata bahasa Latin ratio yang berarti “akal”. Sementara itu, secara
terminologis aliran ini dipandang sebagai aliran yang berpegang pada prinsip
bahwa akal harus diberi peranan utama dalam penjelasan. Ia menekankan akal budi
(rasio) sebagai sumber utama pengetahuan, mendahului unggul atas, dan bebas
(terlepas) dari pengamatan inderawi. Dalam rasio terdapat ide-ide denga itu
orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan realitas diluar
rasio. Berdasarkan www.rangkumanmakalah.com
Emperisme
Kata-kata
ini berakar dari kata bahsa Yunani (empeiria) dan dari kata experietia yang
berarti “berpengalaman dalam” berkenalan dengan, “terampil untuk”. Sementara
menurut A.R. Lacey berdasarkan akar katanya Empirisme adalah aliran dalam
filsafat yang berpandangan bahwa pengetahuan secara keseluruhan atau parsial
didasarkan kepada pengalaman yang menggunakan indera. Selanjutnya secara
terminologis terdapat beberapa defisi mengenai Empirisme. Diantaranya: doktrin
bahwa sumber seluruh pengetahuan harus dicari dalam pengalaman, pandangan bahwa
semua ide merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang
dialami, pengalaman indrawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan dan bukan
akal, baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah
yang menyangkut pribadi manusia saja. Masalah yang dibicarakan adalah tentang
subtansi. Dan karena berdasar pada pengalaman inderawi maka teori empirikal
berdasarkan atas eksperimentasi realistis. Pada kelanjutannya teori ini dianut
pula oleh Marxisme tantang pengetahuan manusia sebagai cerminan realitas
obyektif. Berdasarkan www.rangkumanmakalah.com
Kritisisme
Menurut
Immanuel Kant, adanya kekeliruan dan pertentangan-pertentangan mengenai
bermacam-macam ajaran, memaksa kita untuk mempertanggungjawbkan pengetahuan
kita. Sistem yang mencoba untuk mempertanggung jawabkan pengetahuan kita itu
yang dinamakan kritika atau kritisme.
Kritisme
berasal dari kata kritika yang
merupakan kata kerja dari krinein yang
artinya memerikasa dengan teliti, menguji, membeda-bedakan. Adapun pengertian
yang lebih lengkap adalah pengetahuan yang memeriksa dengan teliti, apakah
pengetahuan kita sesuai dengan realita dan bagaimana kesesuaiannya dengan
kehidupan kita.
Bahasaisme (analitik)
Aliran
filsafat yang muncul dari kelompok filsuf yang menyebut dirinya Wina. Filsafat analik
lingkaran Wina itu berkembang dari Jerman hingga ke luar, yaitu Polandia dan
Inggris. Pandangan utamanya penolakan terhadap metafisika.
Intuisi
Berdasarkan m.hidayatullah.com intuisi,
atau yang dalam istilah teknisnya disebut hads merupakan pemahaman yang
diperoleh secara langsung, tanpa perantara, tanpa rentetan detail dan susunan
katam serta tanpa melalui langkah-langkah logika satu demi satu.
Segala macam isme munculnya dari obyek, obyek
tersebut pikiran yang tunggal atau yang mono. Dan Monoisme itu merupakan kuasa Tuhan. Jadi hanya bersifat satu. Dan terdapat pula Pruralisme, ini adalah keterbalikannya dari
mono maka inilah bakat imajiner antara langit dan bumi. Antara ide dan
kenyataan. Artinya bersifat banyak,
bukan hanya satu.
Pada akhir
kuliah seperti biasa, kuliah ditutup dengan kata saling mohon maaf jika ada
kata yang tidak berkenan. Diingatkan untuk tetap semangat berjuang, berdoa
semoga dalam lindungan Tuhan. Keselamatan dalam dunia maupun akhirat. Jasmani
maupun rohani. Pembelajaran diakhiri dengan berdoa.
SemangArt

Tidak ada komentar:
Posting Komentar