Nama: Efi Septianingsih
NIM: 17701251013
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Kelas B
Ini merupakan refleksi ke enam saya Rabu, 1 November 2017, semoga dari
sebagian yang saya refleksikan mampu berguna bagi pembaca dan khususnya saya
sendiri berdasarkan refleksian yang telah saya buat ini. Selamat membaca.
Sekali lagi saya benar-benar terngiang kalimat yang Prof utarakan “pikiran
boleh kacau, tapi hati jangan”.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berdasarkan https://www.eurekapendidikan.com/2014/10/pengertian-ontologi-dalam-filsafat-ilmu.html
yang diunggah pada tanggal 3 Januari 2018, Ontologi merupakan salah satu dari tiga kajian
Filasafat Ilmu yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi ontologi yang
membahas sesuatu yang bersifat nyata, konkret. Tokoh Yunani yang memiliki
pemikiran yang bersifat ontologis yang terkenal adalah Thales, Plato, dan
Aristoteles. Pada masa yunani ketika mithology masih memeiliki pengaruh yang
kuat, kebanyakan orang belum mampu membedakan antara penampakan dengan
kenyataan. Bahkan pada masa tersebut ada banyak hal yang masih mengkaji
kejadian alam dalam bentuk mistis sebagai penanggung jawab dari fenomena alam
yang sulit untuk dimengerti.
Dikelas pun beliau mengajarkan tentang ontologi yang merupakan sesuatu yang
nyata, bisa thesis dan anti thesis yang menjadikan manusia memiliki kemampuan
untuk mengetahui lebih baik. Sejujurnya saya masih kurang memahami apa yang
menjadikan manusia jadi ada, pengada dan berintuisi dengan membaca blog dan
mendengarkan apa yang beliau sampaikan didalam kelas menjadikan tingkatan logos
saya menjadi lebih berguna, karena filsafat itu berdasarkan filsafat diri
sendiri.
Sampai dimana tingkatan yang menjadikan manusia baik bahkan kurang baik itu
sesuai dengan baik mu itu sendiri, jika kamu mengatakan hal itu baik maka
menjadi baik pula hal tersebut, dan jika kamu mengatakan hal tersebut kurang
baik maka jadi kurang baik pula hal tersebut.
Seperti yang terdapat pada postingan di blog banyak sekali yang bisa
diangkat pada refleksi filsafat ilmu, karena semuanya berkontribusi, saling
berkaitan dan saling memiliki peran, sesuai dengan apa, bagaimana dan mengapa
kita menggunakan yang sudah ada.
Balik lagi kepada ontologi filsafat, saya sendiri masih terkadang sering
lalai akan hal tersebut dikarenakan berbeda ruang dan waktu berbeda pula cara
saya untuk nunjukan apa, peran yang sesuai dengan lawan saya bertemu.
Sepertinya refleksi ini belum selesai, mungkin akan saya lanjutkan lagi
dengan refleksi selanjutnya yang akan
menjadikan saya dan juga pembaca mudah untuk memahami apa yang saya ingin
sampaikan
Karena sebenar-benarnya penyampaian sesuai dengan penerima itu sendiri mau
berpendapat dan mendapat apa dari yang dibaca, dilihat, didengar dan dirasakan.
semangArt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar