Nama: Efi Septianingsih
NIM: 17701251013
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Kelas B
Ini merupakan refleksi ke
lima saya Rabu, 25 Oktober 2017, semoga dari sebagian yang saya refleksikan
mampu berguna bagi pembaca dan khususnya saya sendiri berdasarkan refleksian
yang telah saya buat ini. Selamat membaca. Sekali lagi saya benar-benar
terngiang kalimat yang Prof utarakan “pikiran boleh kacau, tapi hati jangan”.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sedikit kicauan saya akan
apa yang membuat onar logika saya
Untuk tanggal yang males saya ucapkan
Untuk keringanan yang diberikan sebagai doping
dari kegelapan yang mengindahkan kejayaan
Bagi setiap manusia mereka membiasakan diri untuk
tidak terlalu terjerumus oleh kehidupan seseorang karena untuk menerima
seseorang memasuki kehidupan itu sulit
Yang berkata aku akan membantumu tak lama waktu
berjalan ia pergi tanpa izin sesuai dengan apa yang ingin ia kerjaan dan
melupakan dengan mudah apa yang ia janjikan terdahlu
Ya ya ya kemana mereka yang berjanji pada saya?
Apakah saya harus mengemis seperti terdahulu agar hati ini tak lagi terluka
oleh kepalsuan sesaat
Pernyataan diatas
merupakan refleksi ketika saya membaca elegi-elegi https://powermathematics.blogspot.co.id/
lagi-lagi saya merasa keliru akan apa yang ingin dan apa yang sudah saya
lakukan, terlalu banyak pikiran yang menjerumuskan diri dari sifat ego yang
sudah terlelap entah kapan dimulainya. Saya ingin menjadi, saya bercita-cita
dan saya ingin dimasa depan untuk menjadi apa yang saya inginkan, namun sulit
untuk menjadikan diri ini yakin, dan kembali pada elegi. Ditambah pengertahuan
yang saya dapatkan didalam kelas Filsafat Ilmu menjadikan saya berpikir dan
lagi lagi berpikir, untuk apa, mengapa dan harus seperti apa saya menjalani
kehidupan.
Indonesia merupakan
negara berkembang semenjak saya mendapatkan mata pelajaran RPUL dimasa Sekolah
Dasar, nanun kenyataannya sampai saat ini Indonesia tetap menjadi negara
berkembang, apakah ada yang keliru dari mekanisme yang dijalani oleh
pemerintahan Indonesia atau memang jika negara Indonesia sudah maju, tidak ada
lagi yang harus dikembangkan, sedangkan Indonesia merupakan negara kepulauan
yang mayotitas penduduknya merupakan nelayan karena dikelilingi oleh lautan
yang teramat sangat luas
Namun bukan berarti warga
Indonesia bodoh dan berpendidilkan tertinggal, karena banyak masyarakat
Indonesia khususnya pemuda-pemudi bangsa yang tetap menuntut ilmunya bahkan ke
luar negeri sekalipun.
Lagi-lagi masyarakat
Indonesia
banyak yang kaget dengan ideologi dan politik yang semakin maju dan semakin
menguntungkan bagi oknum-oknum yang memiliki andil dan dana yang besar, ialah
sang power bagi yang kurang memiliki kekuatan spiritual yang baik
kerena masih minimnya iman dan spiritual terhadap
Tuhan YME oleh karena itu dikacaukanlah pikiran dan hati mereka
banyak yang mengaku bertuhan namun hanya mengaku, itu
saja
sempertinya Anomali sedang
menertawai yang tidak dimengerti
semangArt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar