Selasa, 02 Januari 2018

l i m a

Nama: Efi Septianingsih
NIM: 17701251013
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Kelas B



Ini merupakan refleksi ke lima saya Rabu, 25 Oktober 2017, semoga dari sebagian yang saya refleksikan mampu berguna bagi pembaca dan khususnya saya sendiri berdasarkan refleksian yang telah saya buat ini. Selamat membaca. Sekali lagi saya benar-benar terngiang kalimat yang Prof utarakan “pikiran boleh kacau, tapi hati jangan”.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sedikit kicauan saya akan apa yang membuat onar logika saya

Untuk tanggal yang males saya ucapkan
Untuk keringanan yang diberikan sebagai doping dari kegelapan yang mengindahkan kejayaan
Bagi setiap manusia mereka membiasakan diri untuk tidak terlalu terjerumus oleh kehidupan seseorang karena untuk menerima seseorang memasuki kehidupan itu sulit
Yang berkata aku akan membantumu tak lama waktu berjalan ia pergi tanpa izin sesuai dengan apa yang ingin ia kerjaan dan melupakan dengan mudah apa yang ia janjikan terdahlu
Ya ya ya kemana mereka yang berjanji pada saya? Apakah saya harus mengemis seperti terdahulu agar hati ini tak lagi terluka oleh kepalsuan sesaat


Pernyataan diatas merupakan refleksi ketika saya membaca elegi-elegi https://powermathematics.blogspot.co.id/ lagi-lagi saya merasa keliru akan apa yang ingin dan apa yang sudah saya lakukan, terlalu banyak pikiran yang menjerumuskan diri dari sifat ego yang sudah terlelap entah kapan dimulainya. Saya ingin menjadi, saya bercita-cita dan saya ingin dimasa depan untuk menjadi apa yang saya inginkan, namun sulit untuk menjadikan diri ini yakin, dan kembali pada elegi. Ditambah pengertahuan yang saya dapatkan didalam kelas Filsafat Ilmu menjadikan saya berpikir dan lagi lagi berpikir, untuk apa, mengapa dan harus seperti apa saya menjalani kehidupan.
Indonesia merupakan negara berkembang semenjak saya mendapatkan mata pelajaran RPUL dimasa Sekolah Dasar, nanun kenyataannya sampai saat ini Indonesia tetap menjadi negara berkembang, apakah ada yang keliru dari mekanisme yang dijalani oleh pemerintahan Indonesia atau memang jika negara Indonesia sudah maju, tidak ada lagi yang harus dikembangkan, sedangkan Indonesia merupakan negara kepulauan yang mayotitas penduduknya merupakan nelayan karena dikelilingi oleh lautan yang teramat sangat luas
Namun bukan berarti warga Indonesia bodoh dan berpendidilkan tertinggal, karena banyak masyarakat Indonesia khususnya pemuda-pemudi bangsa yang tetap menuntut ilmunya bahkan ke luar negeri sekalipun.

Lagi-lagi masyarakat Indonesia banyak yang kaget dengan ideologi dan politik yang semakin maju dan semakin menguntungkan bagi oknum-oknum yang memiliki andil dan dana yang besar, ialah sang power bagi yang kurang memiliki kekuatan spiritual yang baik
kerena masih minimnya iman dan spiritual terhadap Tuhan YME oleh karena itu dikacaukanlah pikiran dan hati mereka
banyak yang mengaku bertuhan namun hanya mengaku, itu saja
sempertinya Anomali sedang menertawai yang tidak dimengerti



semangArt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar