Selasa, 02 Januari 2018

s e p u l u h

Nama: Efi Septianingsih
NIM: 17701251013
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Kelas B



Ini merupakan refleksi dari pergelaran wayang "Hanoman Mission" saya Senin 27 November 2017 bersama dengan rekan-rekan kelas B , semoga dari sebagian yang saya refleksikan mampu berguna bagi pembaca dan khususnya saya sendiri berdasarkan refleksian yang telah saya buat ini. Selamat membaca. Sekali lagi saya benar-benar terngiang kalimat yang Prof utarakan “pikiran boleh kacau, tapi hati jangan”.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertunjukan pertama saya untuk menonton wayang dari awal sampai akhir, biasanya saya hanya menonton jika  saya ingin dan jika bosan saya langsung pergi meninggalkan arena
Namun berbeda pada hari itu, mungkin karena saya dengan rekan2 jadinya semakin rasa ingin tahu saya dengan wayang ditambah lagi dengan adanya tuga yang menjadikan kami pergi bersama dan janjian bertemu di lokasi pageleran wayang

Wayang sendiri  memiliki banyak sekali yang bisa dipetik diantaranya adalah dengan menihat nilai-nilai yang terdapat pada pageleran wayang.

Wayang memiliki nilai-nilai pelajaran hidup yang dapat diterapkan dalamkehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut disampaikan secara tersurat dan tersirat. Pada saat saya melihat pertunjukkan wayang, cerita wayang tersebut adalah tentang senjata sakti yang dicuri. Beberapa nilai-nilai yang dapat dipelajari dalam pertunjukkan wayang tersebut adalah kejahatan pada akhirnya akan dikalahkan oleh kebaikan. Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa dalam hidup ini manusia hendaknya selalu  menggapai kebaikan, arena bagaimanapun pada akhirnya kebaikanlah yang akan menang. Selanjutnya di akhir pagelaran muncul tokoh semar yang memberikan nasehat kepada tokoh wayang datang kepada tokoh semar untuk meminta nasehat dan doa restu untuk dia berperang merebut pisau yang telah dicuri.

Tokoh semar memberikan nasehat bahwa memohonlah pertolongan kepada sang Kuasa, maka kemenangan akan diraih. Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa dalam segala aktivitas dan tindakan yang dilakukan senantiasa mengharap ridho Allah untuk mencapai apa yang ingin dicapai. Nilai-nilai tersebut adalah terkait spiritual. Setelah tokoh menghadap semar, pulanglah tokoh di tengah perjalanan bertemu dengan seekor harimau. Seekor harimau tersebut menggambarkan tantangan yang harus dihadapi dalam hidup ini.

Dalam hidup ini tidaklah berjalan mulus sesuai apa yang diinginkan, tantangan dan rintangan dapat saja muncul tanpa diduga. Hal tersebut memberikan pelajaran untuk selalu berhati-hati dalam mengambil setiapkeputusan hidup dan senantiasa beerja keras untuk menghadapai halangan dan rintangan tersebut. Sampai pada akhirnya harimau mati. Dan tokoh berperang untukmerebut pedang miliknya yang telah dicuri, dengan segala upaya dan doa maka akhirnya tokoh tersebut berhasil merebut kembali apa yang dicurinya. Hal tersebut menggambarkan bahwa manusia dapat meraih apa yang diinginkannya dengan kerja keras dan selalu diiringi doa kepada yang Maha Kuasa. Selanjutnya seseorang yang merampas hak orang lain pada akhirnya akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatannya.

Semoga bisa menjadi sedikit ilmu yang bisa digunakan dan diberikan kepada penulis lain



SemangaArt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar