Selasa, 17 Oktober 2017

Pertanyaan dan Jawaban atas Filsafat

Nama: Efi Septianingsih
NIM: 17710251013
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Kelas B

Ini merupakan refleksi kedua saya untuk mata kuliah Filsafat Ilmu, dan mohon maaf jikalau penulisan atau refleksian saya jauh dari kata baik, karena jujur saya sendiri merasa gelisah jikalau memiliki kesalahan apalagi yang berkaitan dengan Filsafat. Jadi sebelum saya membuat refleksian ini saya berdoa semoga hati saya tidak kacau dan selalu dalam lindungan-Nya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada pertemuan ke dua perkuliahan Filsafat Ilmu dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 Oktober 2017 pukul 11.10 s.d. 12.50 berlokasi di ruang 200B Gedung lama Pascasarjana. Kuliah Fisafat Ilmu diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Diawal pembelajaran kami awali dengan berdoa menurut agama dan keyakinan kami masing-masing, dan bagi yang beragama muslim membaca doa Al- Fatihah sedangkan bagi agama lain diminta untuk menyesuaian. Karena didalam kelas kami terdapat keyakinan yang berbeda-beda walupun dengan mayoritas Islam. Dan doa pun dipimpin langsung oleh Prof. Marsigit, M.A.
Beliau menerangkan sebagimana yang tertera dalam rekaman, dan perihal dibawah merupakan review berdasarkan yang beliau sampaikan didalam kelas.
Pada pertemuan ke dua kali ini kami diminta mengeluarkan selembar kertas untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. kami diberi sedikit waktu untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh beliau.
Berikut adalah pertanyaan yang diajukan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. beserta jawabannya:

No.
Pertanyaan
Jawaban
1
Anda itu apa?
Hakikat
2
Anda itu siapa?
Potensi
3
Anda itu mana?
Terpilih
4
Anda dari mana?
Dipilih
5
Anda mau ke mana?
Memilih
6
Anda sedang apa?
Berfikir
7
Anda denga siapa?
Pikiran
8
Anda mengapa?
Bertanya
9
Anda memikirkan apa?
Objek
10
Anda asal dari mana?
Potensi
11
Siapa di belakang anda?
Epoche
12
Siapa di depan anda?
Pilihan
13
Siapa di atas ada?
Prinsip
14
Apa di bawah anda?
Bayangan
15
Apa masa depan anda?
Teleologi
16
Apa sejarah anda?
Fatal
17
Apa sejarah anda?
Vital
18
Siapa nama anda?
Ikon
19
Di mana rumahmu?
Didalam bahasa
20
Siapa orangtuamu?
Potensi jiwa
21
Apa milikimu?
Sifat
22
Apa bayanganmu?
Kenyataan
23
Apa ketetapanmu?
Ideal
24
Apa kenyataanmu?
Realis
25
Siapa musuh mu?
Mitos

Dan hasil dari pertanyaan sebagian besar mahasiswa mendapat skor 0 dan hanya 4 mahasiswa yang mendapatkan nilai 4. Nilai 4 itu pula karena mahasiswa mampu menjawab 1 pertanyaan dengan benar dikalikan 4 maka score nya menjadi 4.
Beliau menyampaikan bahwa “belajar Filsafat harus mulai dari 0 kalau sudah dapat 90 sombongnya bukan main, dan score 0 itu meruntuhkan egomu. Dan beliau juga talah menemukan solusi sebagai sarana pengampunan bahwa mahasiswa harus membaca powermathematics.blogspot.co.id dan uny.academia.edu/MarsigitHrd.”
Dalam belajar filsafat semakin tidak dapat semakin baik, semakin bingung semakin baik, semakin tidak bisa semakin baik, semakin kacau pikiran kita semakin baik maka kacaukanlah pikiran tapi jangan kacau dalam hati. Namun jika kacau pikiran menandakan akan mendapatkan ilmu. Maka sebenar benarnya damai itulah musuhmu. Karena tidak berpikir, maka tidur dalam filsafat itu mitos karena tidak sedang berfikir.
Filsafat adalah tiga pilar, yang pertama pilar hakikat, pilar metode dan pilar manfaat. Berikut merupakan penjelasan dari jawaban diatas”.
Siapa anda? jangankan anda batu, tumbuhan hingga batupun adalah potensi. Ada dua potensi yaitu potensi tetap dan potensi berubah, atau pontensi fatal dan potensi vital. Jadi, apapun yang sudah terjadi itu adalah potensi takdir. Maka bagi orang-orang beriman, takdir itu yang terbaik. Itulah pentingnya beriman bahwa kematian kapanpun saatnya seorang mati itulah yang terbaik. Maka kalau tidak beriman akan kacau hidupnya karena seperti komentar Donald Trump menghadapi penembakan masal, ia mengatakan bahwa setiap kematian adalah mengerikan. Kalau orang beriman tidak mengatakan itu, orang beriman akan mengatakan bahwa kematian adalah takdir. Maka sebenar-bernar masalalumu itu adalah kodrat atau takdir sedangkan kodrat atau takdir itu yang terpilih. Yang memilih adalah Tuhan.
Masa depan adalah memilih, siapa yang memilih? Yang memilih adalah dirimu sendiri. Jadi mulai dari melihat. Maka sebenar-benarnya masa depanmu adalah pilihanmu itu. Mulai dari melihat, mendengar, merasa, menyentuh. Anda sedang apa? Sedang barfikir. Karena dunia itu kecil dan menjadi satu monoisme itu hanya milik Tuhan. Kamu dengan siapa? Dengan pikiran karena pertanyaan yang filsafat. Karena sebenar-benarnya hidup adalah berfikir.
Definisi mati itu macam macam, cacing dipotong jadi tiga bagian belum mati, tapi manusia kejatuhan kursi kerap mengatakan “mati aku” maka mati memiliki definisi yang macam-acam. Dalam manusia tidak ada istilah mati, karena setelah mati ia akan hidup kembali. Ada amal dan perbuatannya yang harus dipertanggung jawabkan. Maka setelah mati ada kehidupan. Maka dalam filsafat orang tidur itu mati, karena ia tidak sedang berpikir, dikatakan mati jika ia tidak sedang dalam keadaan berdoa., berbeda dengan mati secara spiritual, perdangangan ataupun politik.
Anda sedang apa? Sedang mengada. Karena diberikan potensi menjadi potensi. Bisa mengada karena punya kesempatan memilih. Anda mengapa? Anda ada disitu karena bertanya, karena bertanya awal pikiran. Asalmu dari mana? Berasal dari vatal dan vital. Siapa dibelakangmu? Epoche, jadi semua secara fisik manusia diberi karunia yang penting oleh tuhan untuk menyimpan gudang, yaitu tempat dibelakangmu adalah gudang jadi tempat dibelakangmu.
Secara fisik merupakan gudang karena engkau tidak mampu melihatnya, engkau tidak mampu melihat apa yang ada di belakang dirimu jadi kamu tidak perlu memikirkannya. Secara metafisik, ketika aku menghadapi anda padahal anda di depan saya, aku tidak sedang memikirkan istri saya, istri saya dalam filsafat sudah saya tangkap dan masukkan ke dalam epoche. Sebab jika aku memandang kamu dan sedang memikirkan istri saya aku tidak bisa fokus. Itulah makna hidup, mampu memilih. Manusia diberi sifat abtraksi, abstaksi adalah memilih. Abstraksi adalah fokus yang dibicarakan relefan dengan kepintingannya. Jadi sebenar-benarnya orang bijaksana adalah orang yang mampu bertindak sesuai ruang dan waktunya itulah orang bijaksana itulah filsafat. Maka sebenar-benar orang cerdas sesuai dengan ruang waktunya. Begitu pula dengan bahagia.
Jadi siapa yang didepan anda adalah pilihan, siapa yang ada di atas anda itu prinsip, di bawah kita bayangan, bayangan itu kenyataan. Mahasiswa ada di ruang kuliah ini karena ada prinsip, prinsipnya menuntut ilmu. Prinsipun bertingkat-tingkat, mulai dari prinsip yang paling tinggi yaitu prinsip milik Tuhan, turunkan dengan prinsip sesuai dengan para Nabi, diturunkan menjadi prinsip Negara sesuai UUD 1945, prinsip pemerintah, prinsip Universitas, maka prinsip ada di atas karena mengatur diri kita.
Maka prilakumu itu adalah bayang-bayang dari sebuah dua buah atau banyak prinsip, oleh karena itu semakin tinggi, semankin menyatu akan semakin tunggal, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Semakin ke bawah semakin plural. Diriku dengan yang yang akan datang akan berbeda. Nama tidak pernah tepat, jadi sebagi contoh “Sabri sesuai dengan ruang dan waktunya”. Jadi dibawah kita dalah kenyataan kita dan masa depan kita ada teleologi, segala macam yang masa depan, memperkirakan atau menebak adalah teleologi. Nama kita adalah Icon, itu adalah dunia. Terperangkap oleh semua, maka semua adalah ikon masing-masing.
Dimana rumahmu? Filsafat pertama adalah alam, dimana semua filsuf tertuju pada alam. Selanjutnya adalah estetika manusia sebelum ada agama, 2000 tahun sebelum Masehi. Sampai setelah ada agama baru disebut filsafat ketuhanan, satu abad yang lalu sampai zaman yang kita tidak mengerti disebut filsafat bahasa atau filsafat analitik. Maka karena rumahku adalah bahasa, sebenar-benarnya dirimu adalah bahasa. Sebagai monitoring ruang dan waktu. Itulah prinsip belajar tidak terputus sama seperti berdoa.
Kontradiksai zaman sekarang adalah bahasa yang dimanipulasi, karena begitu mudahnya filsafat. Akuntabilitas merupakan hal yang dapat dipercaya dan sosteinbilitas. Kuasa bernafas, mendengar, maka sebenar benarnya sifat adalah kuasa.
Sesuatu yang tetap adalah ideal, kalau dinaikan ketetapanmu adalah Tuhan. Ketetapanku adalah ciptaan Tuhan, tak akan lekang oleh waktu. Tak akan ada yang bisa mengelak sedangkan yang berubah-ubah adalah realisme, kenyataan kita adalah yang beribah-ubah. Logos dalam keadaan berfikir dan lugos dalam keadaan tidak berfikir.
Pada akhir kuliah seperti biasa, kuliah ditutup dengan kata saling mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan. Diingatkan untuk tetap semangat berjuang, berdoa semoga dalam lindungan Tuhan. Keselamatan dalam dunia maupun akhirat. Jasmani maupun rohani. Pembelajaran diakhiri dengan berdoa.


Nb: Inilah memikirkan yang orang lain tidak pikirkan




SemangArt




Tidak ada komentar:

Posting Komentar