Selasa, 17 Oktober 2017

Pondasi Filsafat Ilmu

Nama: Efi Septianingsih
NIM: 17710251013
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Kelas B



Ini merupakan suatu kehormatan dan tugas yang diberikan oleh dosen saya dan rekan-rekan untuk mahasiswa Pascasarjana UNY, dan merupakan pertama kali saya merefeksikan blog seseorang. Dan seseorang itu adalah Prof. Dr. Marsigit, M.A. dan mohon maaf jikalau penulisan atau refleksian saya jauh dari kata baik, karena jujur saya sendiri merasa gelisah jikalau memiliki kesalahan. Okey, dibawah ini merupakan hasil dari refleksian saya untuk pertemuan pertama mata kuliah Filsafat Ilmu, selamat mebaca.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari pertama saya memperlajari mata kuliah Filsafat Ilmu yang benar-benar membuat saya berpikir dan mencari tahu bagaimana mencerna agar Filsafat itu sendiri lebih ringan untuk diolah dalam pikiran. Dan pada hari Rabu tanggal 6 September 2017 merupakan pertemuan pertama perkuliahan Filsafat Ilmu dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A. Perkuliahan Filsafat Ilmu dilaksanakan pada pukul 11.10 s.d. 12.50 di ruang 200B Gedung lama Pascasarjana.
Diawal pembelajaran kami awali dengan berdoa menurut agama dan keyakinan kami masing-masing, dan bagi yang beragama muslim membaca do Al- Fatihah sedangkan bagi agama lain diminta untuk menyesuaian. Karena didalam kelas kami terdapat keyakinan yang berbeda-beda walupun dengan mayoritas Islam. Dan doa pun dipimpin langsung oleh Prof. Marsigit, M.A.
Beliau menerangkan sebagimana yang tertera dalam rekaman, dan perihal dibawah merupakan review berdasarkan yang beliau sampaikan didalam kelas.
Setelah selesai bedoa, Pak Marsigit mengingatkan kami untuk selalu berdoa, beliau mengingatkan bahwa doa itu terus dan selalu ada sebelum kuliah dimulai. Dalam berfilsafat sangat penting untuk berdoa karena dalam filsafat seribu pangkat seribu ngomongan dan akan sah-sah saja. Menurut para filsuf, Pak Marsigit dan siapapun boleh menafsirkan filsafat mereka sendiri. Adapun salah satu pendapat yang mengatakan bahwa filsafat adalah olah pikir.
Segala sesuatu itu berlandaskan, kita berkuliahpun berlandaskan, landasan yang paling kokoh dan sangat penting yaiktu hakiki adalah landasan spiritual. Tiap manusia memiliki landasan, jangan sampai pikiran kita mengembara tanpa ada landasan, ibarat layang-layang yang diterbangkan tanpa adanya landasan yang mengontrol benangnya, maka layang-layang itu akan hilang tanpa arah. Dan landasan negara Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika. Landasan dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah (hakiki).
  • Oleh karena itu kita harus menghargai keyakinan satu dengan yang lain dan menjaga keaneka ragaman yang sudah ditatapkan.
  • Landasan dari bawah ke atas merupakan bertumbuh dan dari atas turun ke bawah mencari hakikinya, yaitu realitasnya dari langit turun ke bumi yaitu kuasa Tuhan yaitu pedoman-pedoman tuntunan melalui kitab.
  • Oleh karena itu perilaku kita tidak bisa terlepas dari yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi (sebagai perumpamaan seperti resep nasi goreng, resep satu mampu buat 50 nasi goreng. Jangan diubah2 dan bersifat tetap). Serta panjang x lebar = luas itulah hakikinya manusia.
  • Hormat dengan orang tua juga merupakan dari langit.
Paradigma merupakan psikologi, yang merupakan gejala jiwa. Dan paradigma yang digunakan beliau adalah paradigma membangun, seperti kuliah, belajar, berkeluarga semuanya bisa dipakai kata-kata “membangun”. Dan dalam Filsafat adalah membangun ilmu, sebenar-benarnya membangun adalah jika engkau membangun, dan orang lain hanya terlibat. Oleh karena itu fungsi beliau bukan pemberi sebagai fasilitator. Sebenar-benarnya ilmu adalah kacaunya pikiran, awal dari kacaunya pikiran itu adalah ilmu tapi jangan kacaukan hati. Jadi janganlah sekali-kali kamu kacaukan hatimu. Sebab satu titik kekacauan hati merupakan godaan Setan.
Seorang pemimpin mampu membedakan kacaunya pikiran dan kacaunya hati dsb. Karena sebenar-benarnya Filsafat adalah dirimu sendiri.
Beliau memberi kan dua blog untuk mata kuliah filsafat ilmu
  1. powermathematics.blogspot.co.id
  2. uny.academia.edu/MarsigitHrd
Media atau alat untuk filsafat menggunakan “bahas analog”. Bahasa analog itu lebih tinggi dari perumpamaan, lebih tinggi dari kiasan, lebih tinggi dari pada konotatif. Sebagai contoh ialah “darah biru” merupakan makna dari sebenarnya.
Beliau menyampaikan backbone perkuliahan tersebut. “Tiadalah ilmu tanpa pertanyaan, maka sebenar-benarnya ilmu adalah pertanyaan”. Dalam bahasa Jawa benar dan bener yaitu benar yang hakiki, benar yang absolute, atau benar yang relatif maka paradigma yang membangun. Manusia punya kecerdasan, kecerdasan itu dapat berupa intuitif,profesional, kecerdasan berdasarkan sejarah, logika atau kecerdasan genetika. Landasan dari kuliah Filsafat Ilmu adalah pertanyaan. Sebanar-benar hidup adalah membaca, maka seberapa filsafat yang kita bangun tergantung dari bacaan yang sudah terbaca.
Setelah penjelasan dari baliau terdapat beberapa pertanyaan, dan salah satunya dari saya sendiri. Dikarenakan pada pertemuan pertama tersebut saya baru pertama kali mempelajari filsafat ilmu dan saya memiliki kebingungan tentang pondasi filsafat, karena untuk saya pribadi filsafat sendiri merupakan ilmu yang sulit untuk dimengerti dengan logika, oleh karena itu hati pun harus digunakan agar tidak tersesat dan seperti yang dikatakan oleh beliau, jangan sampai hati menjadi kacau.
Berikut merupakan pertanyaan dari rekan-rekan dalam pertemuan pertama filsafat ilmu:

No
Pertanyaan
Jawaban
1
Membangun konsep filsafat, sedangkan saya sendiri juga baru mempelajari tentang filsafat terutama untuk filsafat ilmu, sedangkan untuk saya sendirimembutuhkan pondasi yang telah disebutkan dalam membangun dan dalam 700 postingan apakah ada tahapannya diblog tersebut?
Tidak ada tahapan karena itu campuran sebab blog susah dimanage. Nah oleh karena itu anda pilih saja pakai search mana kata kuncinya nanti muncul apa. Mau milih spiritual, mau milih matematika, pendidikan nanti muncul apa dipilih aja. Jadi itu bukan hierarki isinya, makanya cari bacaan-bacaan yang anda suka menarik dan sebagainya.Membangun konstrukstif, anda sendiri yang aktif.”

2
Berawal dari kebingungan saya. Seberapa berpotensi filsafat dalam memecahkan masalah atau bahkan menimbulkan masalah?
Belajar filsafat lain dengan belajar psikologi, lain dengan belajar ilmu-ilmu bidang, lain dengan belajar matematika. Belajar matematikan dari yang belum menggerti menjadi mengerti. Kalau belajar filsafat kamu yang sekarang merasa mengerti nanti jadi tidak mengerti. Makanya saya mengatakan siap-siaplah bingung. Semakin anda bingung semakin baik itu, tapi tetapkan hatimu jangan sampai bingung. Supaya kita tidak bingung di dalam hati, maka setiap saat kita harus berdoa.
3
Dikatakan bahwa ilmu akan digunakan bagi orang yang berfikir, tapi kita tahu bahwa akal kita itu memiliki keterbatasan dalam berpikir. Haruskah kita memikirkan hal-hal yang di luar batas kemampuan berpikir kita?
Hubungan antara hati dan pikiran. Nah kita itu bisa tidak hidup kita tanpa pikiran? Mari kita eksperimen. Andai saja kita punya hati saja tapi tidak berpikir. Nah berpikir itu apasih? Berpikir itu mulai dari persepsiberdasarkan panca indra kita. Jadi jika engkau tidak berpikir, engkau tidak menyadarinya. Anda sekarang sedang berbicara dengan siapa? Kalau anda menyadarinya anda bisa menyebut nama saya. jadi kamu ke kampus ini perlu pikiran. Kita masing-masing punya kesadaran. Awal kita berpikir adalah kesadaran. Maka ketika kita tidur tidak lagi sedang berpikir. Maka sebenar-benar hidup adalah engkau tidak sedang tidur secara pikiran. Sebaik-baiknya hidup adalah hidup di dalam pikir dan hidup di dalam doa.
4
Bisa nggak seseorang itu memiliki kekacauan hati tapi jernih pikiran?
Kacau hati itu sebenar-benar pikiran syaitan atau dajjal. Hati kacau tapi pikiran jernih, berati dia sadar dengan kekacauannya. Padahal hati yang kacau itu godaan setan. Jernih pikirannya, berati punya skema jangka panjang dong. Jadi secara hati kita tidak mungkin bisa mengalahkan setan, kecuali pertolongan Tuhan. Berati hanya Tuhan yang bisa menolong kacaunya hati.
5
Kalau saya boleh menyimpulkan tadi pondasi dalam filsafat adalah spiritual. Petanyaan saya itu menjadi pedoman semua filsuf atau menurut bapak sendiri? Karena kalau saya melihat beberapa tulisan itu dia tidak menyandarkan filsafat pada spiritual tapi pada budaya setempat?
Filsafat itu adalah dirimu masing-masing. Cuma karena entah sengaja atau tidak kau itu bertemu dengan saya, dan anda berguru pada saya. Kan saya ngomong itulah filsafat saya. kalau saya mah filsafat itu berlandaskan spiritual. Jadi kalau belajar filsafat pada orag Yahudi, Majusi, Atheis ya beda. 


Dan perkuliahan diakhiri dengan saling mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan. Diingatkan untuk tetap bersemangat berjuang, berdoa semoga dalam lindungan Tuhan. Keselamatan dalam dunia maupun akhirat. Jasmani maupun rohani. Pembelajaran diakhiri dengan berdoa. Dan demikian pula refleksi pertama saya mengenai Filsafat Ilmu, semoga saya pribadi tidak kacau hati untuk mempelajari filsafat.







SemangArt






Tidak ada komentar:

Posting Komentar