Sabtu, 22 Agustus 2015

Ada fanta kaleng di atas Kapal

Tak sengaja aku membuka buku harian ku, bisa dikatakan bahwa buku harian yang sedang aku pandangi ini merupakan buku harianku yang ke dua.
Aku pernah menulis kisah-kisah yang pernah terjadi dihidupku di orzy, dan sampai sekarang masih ada, namun tak ingin aku habiskan halaman orzy pertamaku itu, entah sudah berapa waktu berlalu dan aku membeli kembali buku harian ku yang kedua.
Seperti anak –anak diusia ku dahulu, aku selalu bermain sehabis pulang sekolah. Banyak sekali permainan yang pernah aku lakukan, aku sangat bahagia, tepatnya masa kecilku indah. Lagi-lagi aku kembali kerumah, memasuki kamar orangtuaku, disana dulu tempat yang paling tenang untuk aku menulis. Dari kejadian yang tak berarti sampai yang tak luput dari ingatan.
Benar ada nya menulis membuat hati ini lega dengan segala kekesalan, kekhawatiran, kesedihan, rindu, benci, air mata dan bahagia semua tumpah dalam buku harian ku. Bukan tak memiliki kawan, sahabat ataupun seseorang yang bisa aku percaya menyimpan rahasia ku, hanya saja aku lebih menyukai menulis, karena dalam tulisan tangan ini sulit untuk membohongi diri bahwa “aku baik-baik saja” sudah jelas aku tidak baik-baik saja dan semua menjadi rahasia diantara aku, buku harian ku dan Tuhan Yang Maha Esa.
Buku harianku yang kedua ini bisa dikatakan bahwa ini masa-masa puber pertamaku di bangku SMP entah sudah berapa tahun yang lalu, perkiraanku mungkin 9 tahun karena tanggal dan tahun yang tercantum  25-08-2007.
Ada apa saja kisah-kisah yang pernah aku alami dimasa itu? Tentunya tak akan aku ceritakan kepada kalian pembaca. Hanya ingin mengingat masa-masa puber anak SMP yang takut akan dunia pacaran. Mengapa tetap memilih bungkam dan hanya berharap entah apa yang pernah aku lakukan masa konyol itu, sayangnya kali ini bukan lagi air mata yang menghiasi wajah ini namun ingatan lucu dan timbullah senyum lebar yang tak bisa aku jabarkan mengapa aku tersenyum seperti ini. Hanya satu yang ingin aku bocorkan, baca baik-baik.

“aku ingin berbalik arah, melihat siapa yang memanggilku dan aku ingin sekali memastikan bahwa yang aku dengar di speaker stadion saat itu benar nama sekolah mu SMK 2 Jakarta”.... (sampai detik itu pun aku tak pernah kembali menoleh kebelakang, berjalan seolah tak ada apa-apa dan tak mengenal siapapun disana).

#catatanhariananakpuberSMP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar