Tak sengaja aku membuka buku harian ku, bisa dikatakan bahwa
buku harian yang sedang aku pandangi ini merupakan buku harianku yang ke dua.
Aku pernah menulis kisah-kisah yang pernah terjadi dihidupku
di orzy, dan sampai sekarang masih ada, namun tak ingin aku habiskan halaman
orzy pertamaku itu, entah sudah berapa waktu berlalu dan aku membeli kembali
buku harian ku yang kedua.
Seperti anak –anak diusia ku dahulu, aku selalu bermain
sehabis pulang sekolah. Banyak sekali permainan yang pernah aku lakukan, aku
sangat bahagia, tepatnya masa kecilku indah. Lagi-lagi aku kembali kerumah,
memasuki kamar orangtuaku, disana dulu tempat yang paling tenang untuk aku
menulis. Dari kejadian yang tak berarti sampai yang tak luput dari ingatan.
Benar ada nya menulis membuat hati ini lega dengan segala
kekesalan, kekhawatiran, kesedihan, rindu, benci, air mata dan bahagia semua
tumpah dalam buku harian ku. Bukan tak memiliki kawan, sahabat ataupun
seseorang yang bisa aku percaya menyimpan rahasia ku, hanya saja aku lebih
menyukai menulis, karena dalam tulisan tangan ini sulit untuk membohongi diri
bahwa “aku baik-baik saja” sudah jelas aku tidak baik-baik saja dan semua
menjadi rahasia diantara aku, buku harian ku dan Tuhan Yang Maha Esa.
Buku harianku yang kedua ini bisa dikatakan bahwa ini
masa-masa puber pertamaku di bangku SMP entah sudah berapa tahun yang lalu, perkiraanku
mungkin 9 tahun karena tanggal dan tahun yang tercantum 25-08-2007.
Ada apa saja kisah-kisah yang
pernah aku alami dimasa itu? Tentunya tak akan aku ceritakan kepada kalian
pembaca. Hanya ingin mengingat masa-masa puber anak SMP yang takut akan dunia
pacaran. Mengapa tetap memilih bungkam dan hanya berharap entah apa yang pernah
aku lakukan masa konyol itu, sayangnya kali ini bukan lagi air mata yang
menghiasi wajah ini namun ingatan lucu dan timbullah senyum lebar yang tak bisa
aku jabarkan mengapa aku tersenyum seperti ini. Hanya satu yang ingin aku
bocorkan, baca baik-baik.
“aku ingin berbalik arah, melihat siapa yang memanggilku dan
aku ingin sekali memastikan bahwa yang aku dengar di speaker stadion saat itu
benar nama sekolah mu SMK 2 Jakarta”.... (sampai detik itu pun aku tak pernah kembali menoleh kebelakang, berjalan seolah tak ada apa-apa dan tak mengenal siapapun disana).
#catatanhariananakpuberSMP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar