Selasa, 25 Oktober 2016

Melampaukan kenangan

Saya sedang membaca yang pernah kamu baca

19:56 WIB

Sore tadi saya mampir ke salah satu toko buku di tengah kota, menerka-nerka rak buku mana yang pernah kamu kunjungi.
Saya masih ingat disudut kamu duduk menatapi buku yang ada dihadapanmu, seperti yang saya lihat dari kejauhan, kamu begitu antusias melihat halaman demi halaman, bahkan kamu tak menyadari saya sudah ada dihadapanmu.
“Sudah dapat novel yang kamu cari?” tanya dirimu. Saya menggelengkan kepala dan ikut asik melihatmu begitu manis. Seperti anak kecil yang sedang tak ingin diganggu, saya pun tersenyum lucu melihatmu.

Entah sudah berapa tahun berlalu, setiap saya mengunjungi toko buku ini selalu ada banyanganmu disini, dengan jaket hitam yang sudah memudar, rambut ikal yang sengaja kamu urai dan aroma tubuhmu yang masih didalam ingatan.

Jumat, 01 April 2016

N A I F


Apa yang ada dirasa ini benar adanya
bagaimana bisa sekuat ini saya mencintai anda tak menentu
Lagi-lagi hujan datang bersama rasa rindu yang saling mendekap dan memanaskan rindu akan aroma tubuh anda
Saya sepertinya sudah gila
terjatuh terlalu dalam mencintai anda
bagaimana saya bisa mengatasi kegundahan bila hanya melihat anda dari jauh
Tidak cukup, itu tidak adil untuk saya
tidak benar, semua fantasi saya bersama anda terlalu panas dan itu pula semakin membuat dada ini sesak memanas
Saya menginginkan lebih
entah bisa atau tidak saya jabarkan
saya dapat melihat anda dari ratusan bahkan kegelapan yang mengitari anda
bagaimana anda bisa paling benderang diantara kegelapan, dan
Bagaimana bisa tetap terlihat dari kerumunan manusia-manusia
itu mustahil, dan
Itu terjadi kepada saya menemukan anda
Terlalu naif sifat saya kepada anda
bahkan untuk objektif pun seperti berkarat, lepas, gundah dan saya selalu menginginkan lebih

Kamis, 10 Maret 2016

Selamat tertinggal

Malam ini laki-laki yang aku cintai meninggalkan aku
Tepi jalan diujung jembatan ini sebagai saksi bisu terjadinya pecampaan berlangsung
Cinta menyakiti sekali lagi dengan segenap harga diri sebagai wanita aku tersenyum dan berjalan meninggalkan bekas tanah itu
Kamu menyakiti aku begitu dengan indahnya seperti tak pernah terjadi memori indah antara kita sebalumnya
Ku lepas sepatu sialan ini dan aku buang entah kemana mendaratnya
Telepon genggang sialan ini pun menjadi sasaran empuk aku maki tak perduli dengan warga sekitar yang menyaksikan ku seperti orang idiot
Aku tak akan kembali kelubang bangsat itu dimana manusia saling memakan tanpa perduli siapa saudara dan siapa penjilat
Lima menit sudah berlalu aku tertawa terbahak-bahak mengingat dua jam sialan yang telah aku lewatkan
Untung Tuhan mengeluarkan aku
Terimakasih Tuhan


Selamat menikam dan tertikam



Yogyakarta 11-3-2016

Kamis, 14 Januari 2016

Lamunan manis, dan aku ingin terlelap

Hay,
Lihat bibir itu
Tetap saja mampu tersenyum manis walau terkadang kepalsuan yang diberikan, namun tidak dengan sorot mata itu, dan
Lihat kaki itu
Masih saja melangkah dengan berwibawa
Menapaki setiap jalan yang ingin di arungi
Suara langkah seraya menandakan keberadaan
Entah apa kali ini yang akan dihadirkan
Cahaya atau kegelapan?

Jelas ini bukan yang pertama, namun mengapa selalu serupa
Wajah yang menghiasi
Senyuman manis itu
Tatapan dingin yang mengusik tangan untuk menyentuh lembut wajahnya dan
Membaringkan dipangkuan
Atau mungkin pendaratan kecupan penawar rasa kopi

Minggu, 25 Oktober 2015

Suamiku telah memperkosaku, tolong aku

Hey,,,

Apa kamu tahu hal yang membuatku seperti kerasukan roh jahat?
Ingin rasanya aku cabik-cabik ragamu, mengeluarkan hati mu dari dalam nya dan ku berikan kepada binatang kelaparan pinggir jalan
Mungkin itu akan lebih bermanfaat untuk binatang kelaparan
Ragamu, senyuman bajingan yang selalu kamu paparkan tepat didepan wajahku ini
Merasakan indahnya bercinta aku telah merasakannya tentunya denganmu
Merasakan nikmatnya hangatnya pelukanmu aku pun telah terbuai
Membisukan segala keinginanku hanya untuk membuatmu bahagia aku pun telah melakukannya
Bagaimana rasanya telah dibunuh kepercayaan diri oleh wanita lain yang merasakan hangatnya dekapanmu aku pun sanggup untuk meredapkan laraku
Tak ingin aku mempertanyakan apa, mengapa, bagaimana dan semua pertanyaan yang semakin membuatku terbujur kaku menatap jasadku sendiri
Aku ingin menggiringmu memasuki goa-goa kegelapan yang selalu kamu berikan untukku
Aku ingin menyusurinya bersamamu
Lalu menyuntikkan obat bius tepat dileher mu
Aku ingin melihatmu menderita didalam goa-goa yang kamu ciptakan untukku
Membiarkanmu terbujur kaku, membiarkan tikus-tikus rakus itu melucuti kulitmu yang pernah aku rasakan
Membiarkan mereka menyiksamu sedemikian rupa
Teriakan bahkan tangisan rintih tak akan pernah aku berpaling melihat mu
Bajingan tengik yang telah menyebarkan berita busuk akan diriku tak segan untuk aku membunuhnya dengan perlahan dan penuh rintihan lirih
Membuatmu tersadar akan dosa dan doa yang pernah kita lakukan dan langgar secara banjingannya
Teriakanmu semakin keras
Kamu tahu sayang, apa yang ingin aku berikan sebagai kado tujuh tahun kita berhubungan?
Janin didalam perut ini, tak akan ku biarkan sepertimu bajingan lakmat

Teriak saja sekencang-kencangnya, karena semenjak detik itu wanita ini hanya memberikan senyum kemenangan atas harga diri dan kebebasan dari siksaanmu
Lagi-lagi kamu lupa sayang, dalam senyumanku aku hadirkan ribuan kebencian akan sosokmu, didalam kepatuhanku kepadamu aku sedang merencanakan bagaimana cara untuk membalas dendam kepadamu
Suamiku telah memperkosaku, tolong aku
Ku mohon....
Tubuh ini semakin terasa kotor, aku benci situasi seperti ini, aku mohon tolong aku

Selasa, 25 Agustus 2015

Selamatkan pagi yang indah

Selamat pagi untuk pagi pertamaku yang damai ini
 Kamu membangkitkan gairahku menjalani hidup yang pernah kelamTerimaksaih untuk tulusnya rasa yang telah kamu teruntukkan untuk ku
Benar kata mu, semua orang akan berubah
Entah itu menjadi lebih baik atau buruk itu pilihan diri untuk melanjutkan perjalanan ini
Tapi aku tak merasakan diriku berubah, aku hanya memilih untuk bersyukur
Bersyukur akan kenangan-kenangan indah yang aku dapatkan
Begitu banyak keindahan, kedamaian, kebahagian yang mungkin bila orang lain tahu akan cemburu
Tentang bagaimana aku bisa seberuntung ini dalam hidup?
Bagaimana aku bisa menjalani kehidupan dengan berlimpah anugerah luar biasa

Aku hanya mampu memberi satu pernyataan untuk kalian
“Nyalakan radarmu, lakukan apa yang kamu inginkan dan gunakan hati mu untuk memberi petunjuk ketulusan,  maka kamu akan tetap bersyukur karena tetap berkomunikasi dengan baik dengan hati kecilmu”

Selamatkan pagi yang indah
Matahari yang bersinar indah, silahkan saja gunakan topeng-topeng antagonis dalam dirimu
Manusia tak pernah mengetahui isi hati manusia satu sama lain
Selamatkan pagi yang indah
Biarkan tetap seperti itu topeng-topeng antagonis menutupi ketulusan
Membuat semuanya menjadi lebih nyaman melakukan kebaikan tanpa perlu menunjukan sayap indah yang tetap bersembunyi
Tunggu, tunggu jangan dulu pudarkan senyum indah mu, karena kamu adalah salah satu anugerah terindah Tuhan yang membantu ku untuk tetap damai
Selamatkan pagi yang indah
Dekatkan jiwa yang pernah membiru menjadi pelagi



Aku mengaku

Sabtu, 22 Agustus 2015

Ada fanta kaleng di atas Kapal

Tak sengaja aku membuka buku harian ku, bisa dikatakan bahwa buku harian yang sedang aku pandangi ini merupakan buku harianku yang ke dua.
Aku pernah menulis kisah-kisah yang pernah terjadi dihidupku di orzy, dan sampai sekarang masih ada, namun tak ingin aku habiskan halaman orzy pertamaku itu, entah sudah berapa waktu berlalu dan aku membeli kembali buku harian ku yang kedua.
Seperti anak –anak diusia ku dahulu, aku selalu bermain sehabis pulang sekolah. Banyak sekali permainan yang pernah aku lakukan, aku sangat bahagia, tepatnya masa kecilku indah. Lagi-lagi aku kembali kerumah, memasuki kamar orangtuaku, disana dulu tempat yang paling tenang untuk aku menulis. Dari kejadian yang tak berarti sampai yang tak luput dari ingatan.
Benar ada nya menulis membuat hati ini lega dengan segala kekesalan, kekhawatiran, kesedihan, rindu, benci, air mata dan bahagia semua tumpah dalam buku harian ku. Bukan tak memiliki kawan, sahabat ataupun seseorang yang bisa aku percaya menyimpan rahasia ku, hanya saja aku lebih menyukai menulis, karena dalam tulisan tangan ini sulit untuk membohongi diri bahwa “aku baik-baik saja” sudah jelas aku tidak baik-baik saja dan semua menjadi rahasia diantara aku, buku harian ku dan Tuhan Yang Maha Esa.
Buku harianku yang kedua ini bisa dikatakan bahwa ini masa-masa puber pertamaku di bangku SMP entah sudah berapa tahun yang lalu, perkiraanku mungkin 9 tahun karena tanggal dan tahun yang tercantum  25-08-2007.
Ada apa saja kisah-kisah yang pernah aku alami dimasa itu? Tentunya tak akan aku ceritakan kepada kalian pembaca. Hanya ingin mengingat masa-masa puber anak SMP yang takut akan dunia pacaran. Mengapa tetap memilih bungkam dan hanya berharap entah apa yang pernah aku lakukan masa konyol itu, sayangnya kali ini bukan lagi air mata yang menghiasi wajah ini namun ingatan lucu dan timbullah senyum lebar yang tak bisa aku jabarkan mengapa aku tersenyum seperti ini. Hanya satu yang ingin aku bocorkan, baca baik-baik.

“aku ingin berbalik arah, melihat siapa yang memanggilku dan aku ingin sekali memastikan bahwa yang aku dengar di speaker stadion saat itu benar nama sekolah mu SMK 2 Jakarta”.... (sampai detik itu pun aku tak pernah kembali menoleh kebelakang, berjalan seolah tak ada apa-apa dan tak mengenal siapapun disana).

#catatanhariananakpuberSMP