Jumat, 01 April 2016
N A I F
Apa yang ada dirasa ini benar adanya
bagaimana bisa sekuat ini saya mencintai anda tak menentu
Lagi-lagi hujan datang bersama rasa rindu yang saling mendekap dan memanaskan rindu akan aroma tubuh anda
Saya sepertinya sudah gila
terjatuh terlalu dalam mencintai anda
bagaimana saya bisa mengatasi kegundahan bila hanya melihat anda dari jauh
Tidak cukup, itu tidak adil untuk saya
tidak benar, semua fantasi saya bersama anda terlalu panas dan itu pula semakin membuat dada ini sesak memanas
Saya menginginkan lebih
entah bisa atau tidak saya jabarkan
saya dapat melihat anda dari ratusan bahkan kegelapan yang mengitari anda
bagaimana anda bisa paling benderang diantara kegelapan, dan
Bagaimana bisa tetap terlihat dari kerumunan manusia-manusia
itu mustahil, dan
Itu terjadi kepada saya menemukan anda
Terlalu naif sifat saya kepada anda
bahkan untuk objektif pun seperti berkarat, lepas, gundah dan saya selalu menginginkan lebih
Kamis, 10 Maret 2016
Selamat tertinggal
Malam ini laki-laki yang aku cintai meninggalkan aku
Tepi jalan diujung jembatan ini sebagai saksi bisu terjadinya pecampaan berlangsung
Cinta menyakiti sekali lagi dengan segenap harga diri sebagai wanita aku tersenyum dan berjalan meninggalkan bekas tanah itu
Kamu menyakiti aku begitu dengan indahnya seperti tak pernah terjadi memori indah antara kita sebalumnya
Ku lepas sepatu sialan ini dan aku buang entah kemana mendaratnya
Telepon genggang sialan ini pun menjadi sasaran empuk aku maki tak perduli dengan warga sekitar yang menyaksikan ku seperti orang idiot
Aku tak akan kembali kelubang bangsat itu dimana manusia saling memakan tanpa perduli siapa saudara dan siapa penjilat
Lima menit sudah berlalu aku tertawa terbahak-bahak mengingat dua jam sialan yang telah aku lewatkan
Untung Tuhan mengeluarkan aku
Terimakasih Tuhan
Selamat menikam dan tertikam
Yogyakarta 11-3-2016
Kamis, 14 Januari 2016
Lamunan manis, dan aku ingin terlelap
Hay,
Lihat bibir itu
Tetap saja mampu tersenyum manis walau terkadang kepalsuan yang diberikan, namun tidak dengan sorot mata itu, dan
Lihat kaki itu
Masih saja melangkah dengan berwibawa
Menapaki setiap jalan yang ingin di arungi
Suara langkah seraya menandakan keberadaan
Entah apa kali ini yang akan dihadirkan
Cahaya atau kegelapan?
Jelas ini bukan yang pertama, namun mengapa selalu serupa
Wajah yang menghiasi
Senyuman manis itu
Tatapan dingin yang mengusik tangan untuk menyentuh lembut wajahnya dan
Membaringkan dipangkuan
Atau mungkin pendaratan kecupan penawar rasa kopi
Lihat bibir itu
Tetap saja mampu tersenyum manis walau terkadang kepalsuan yang diberikan, namun tidak dengan sorot mata itu, dan
Lihat kaki itu
Masih saja melangkah dengan berwibawa
Menapaki setiap jalan yang ingin di arungi
Suara langkah seraya menandakan keberadaan
Entah apa kali ini yang akan dihadirkan
Cahaya atau kegelapan?
Jelas ini bukan yang pertama, namun mengapa selalu serupa
Wajah yang menghiasi
Senyuman manis itu
Tatapan dingin yang mengusik tangan untuk menyentuh lembut wajahnya dan
Membaringkan dipangkuan
Atau mungkin pendaratan kecupan penawar rasa kopi
Minggu, 25 Oktober 2015
Suamiku telah memperkosaku, tolong aku
Hey,,,
Apa kamu tahu hal yang membuatku seperti kerasukan roh
jahat?
Ingin rasanya aku cabik-cabik ragamu, mengeluarkan hati mu dari dalam
nya dan ku berikan kepada binatang kelaparan pinggir jalan
Mungkin itu akan lebih bermanfaat untuk binatang kelaparan
Ragamu, senyuman bajingan yang selalu kamu paparkan tepat
didepan wajahku ini
Merasakan indahnya bercinta aku telah merasakannya tentunya
denganmu
Merasakan nikmatnya hangatnya pelukanmu aku pun telah
terbuai
Membisukan segala keinginanku hanya untuk membuatmu bahagia
aku pun telah melakukannya
Bagaimana rasanya telah dibunuh kepercayaan diri oleh wanita
lain yang merasakan hangatnya dekapanmu aku pun sanggup untuk meredapkan laraku
Tak ingin aku mempertanyakan apa, mengapa, bagaimana dan
semua pertanyaan yang semakin membuatku terbujur kaku menatap jasadku sendiri
Aku ingin menggiringmu memasuki goa-goa kegelapan yang
selalu kamu berikan untukku
Aku ingin menyusurinya bersamamu
Lalu menyuntikkan obat bius tepat dileher mu
Aku ingin melihatmu menderita didalam goa-goa yang kamu
ciptakan untukku
Membiarkanmu terbujur kaku, membiarkan tikus-tikus rakus itu
melucuti kulitmu yang pernah aku rasakan
Membiarkan mereka menyiksamu sedemikian rupa
Teriakan bahkan tangisan rintih tak akan pernah aku
berpaling melihat mu
Bajingan tengik yang telah menyebarkan berita busuk akan
diriku tak segan untuk aku membunuhnya dengan perlahan dan penuh rintihan lirih
Membuatmu tersadar akan dosa dan doa yang pernah kita
lakukan dan langgar secara banjingannya
Teriakanmu semakin keras
Kamu tahu sayang, apa yang ingin aku berikan sebagai kado tujuh tahun kita berhubungan?
Teriak saja sekencang-kencangnya, karena semenjak detik itu
wanita ini hanya memberikan senyum kemenangan atas harga diri dan kebebasan
dari siksaanmu
Lagi-lagi kamu lupa sayang, dalam senyumanku aku hadirkan ribuan kebencian akan sosokmu, didalam kepatuhanku kepadamu aku sedang merencanakan bagaimana cara untuk membalas dendam kepadamu
Suamiku telah memperkosaku, tolong aku
Ku mohon....
Tubuh ini semakin terasa kotor, aku benci situasi seperti ini, aku mohon tolong aku
Selasa, 25 Agustus 2015
Selamatkan pagi yang indah
Kamu membangkitkan gairahku menjalani hidup yang pernahSelamat pagi untuk pagi pertamaku yang damai ini
Benar kata mu, semua orang akan berubah
Entah itu menjadi lebih baik atau buruk itu pilihan diri untuk melanjutkan perjalanan ini
Tapi aku tak merasakan diriku berubah, aku hanya memilih untuk bersyukur
Bersyukur akan kenangan-kenangan indah yang aku dapatkan
Begitu banyak keindahan, kedamaian, kebahagian yang mungkin bila orang lain tahu akan cemburu
Tentang bagaimana aku bisa seberuntung ini dalam hidup?
Bagaimana aku bisa menjalani kehidupan dengan berlimpah anugerah luar biasa
Aku hanya mampu memberi satu pernyataan untuk kalian
“Nyalakan radarmu, lakukan apa yang kamu inginkan dan gunakan hati mu untuk memberi petunjuk ketulusan, maka kamu akan tetap bersyukur karena tetap berkomunikasi dengan baik dengan hati kecilmu”
Selamatkan pagi yang indah
Matahari yang bersinar indah, silahkan saja gunakan topeng-topeng antagonis dalam dirimu
Manusia tak pernah mengetahui isi hati manusia satu sama lain
Selamatkan pagi yang indah
Biarkan tetap seperti itu topeng-topeng antagonis menutupi ketulusan
Membuat semuanya menjadi lebih nyaman melakukan kebaikan tanpa perlu menunjukan sayap indah yang tetap bersembunyi
Tunggu, tunggu jangan dulu pudarkan senyum indah mu, karena kamu adalah salah satu anugerah terindah Tuhan yang membantu ku untuk tetap damai
Selamatkan pagi yang indah
Dekatkan jiwa yang pernah
Aku mengaku
Sabtu, 22 Agustus 2015
Ada fanta kaleng di atas Kapal
Tak sengaja aku membuka buku harian ku, bisa dikatakan bahwa
buku harian yang sedang aku pandangi ini merupakan buku harianku yang ke dua.
Aku pernah menulis kisah-kisah yang pernah terjadi dihidupku
di orzy, dan sampai sekarang masih ada, namun tak ingin aku habiskan halaman
orzy pertamaku itu, entah sudah berapa waktu berlalu dan aku membeli kembali
buku harian ku yang kedua.
Seperti anak –anak diusia ku dahulu, aku selalu bermain
sehabis pulang sekolah. Banyak sekali permainan yang pernah aku lakukan, aku
sangat bahagia, tepatnya masa kecilku indah. Lagi-lagi aku kembali kerumah,
memasuki kamar orangtuaku, disana dulu tempat yang paling tenang untuk aku
menulis. Dari kejadian yang tak berarti sampai yang tak luput dari ingatan.
Benar ada nya menulis membuat hati ini lega dengan segala
kekesalan, kekhawatiran, kesedihan, rindu, benci, air mata dan bahagia semua
tumpah dalam buku harian ku. Bukan tak memiliki kawan, sahabat ataupun
seseorang yang bisa aku percaya menyimpan rahasia ku, hanya saja aku lebih
menyukai menulis, karena dalam tulisan tangan ini sulit untuk membohongi diri
bahwa “aku baik-baik saja” sudah jelas aku tidak baik-baik saja dan semua
menjadi rahasia diantara aku, buku harian ku dan Tuhan Yang Maha Esa.
Buku harianku yang kedua ini bisa dikatakan bahwa ini
masa-masa puber pertamaku di bangku SMP entah sudah berapa tahun yang lalu, perkiraanku
mungkin 9 tahun karena tanggal dan tahun yang tercantum 25-08-2007.
Ada apa saja kisah-kisah yang
pernah aku alami dimasa itu? Tentunya tak akan aku ceritakan kepada kalian
pembaca. Hanya ingin mengingat masa-masa puber anak SMP yang takut akan dunia
pacaran. Mengapa tetap memilih bungkam dan hanya berharap entah apa yang pernah
aku lakukan masa konyol itu, sayangnya kali ini bukan lagi air mata yang
menghiasi wajah ini namun ingatan lucu dan timbullah senyum lebar yang tak bisa
aku jabarkan mengapa aku tersenyum seperti ini. Hanya satu yang ingin aku
bocorkan, baca baik-baik.
“aku ingin berbalik arah, melihat siapa yang memanggilku dan
aku ingin sekali memastikan bahwa yang aku dengar di speaker stadion saat itu
benar nama sekolah mu SMK 2 Jakarta”.... (sampai detik itu pun aku tak pernah kembali menoleh kebelakang, berjalan seolah tak ada apa-apa dan tak mengenal siapapun disana).
#catatanhariananakpuberSMP
Selasa, 07 Juli 2015
Unimportant
Like a smile in emotion
But i can't tell what the truth happened
I used so many times to thinked then did the best like crazy women in their own
I'm grow old now, then its make me to find out the wat of life to keep brave with anything happen in my life
I do, I do, yes I do
Love red lipstics in everyday guys
*peaceOut!
But i can't tell what the truth happened
I used so many times to thinked then did the best like crazy women in their own
I'm grow old now, then its make me to find out the wat of life to keep brave with anything happen in my life
I do, I do, yes I do
Love red lipstics in everyday guys
*peaceOut!
Langganan:
Postingan (Atom)