Senin, 01 Juni 2015

Mata itu membiru

Kamu sedang berada tepat dikobaran api yang sedang membakar arang tak tahu apa-apa yang baik hati
Wajah itu masih saja membeku setelah kehadiranku, bahkan tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mungil mu
Kamu bungkam kepadaku dan memalingkan wajah kemudian berbicara dengan wanita tepat dihadapan mu
Lanjutkan saja seperti itu, itu menyadarkanku untuk memberi ruang diantara kita
Aku wanita yang telah mengaku menyayangimu namun bermain layaknya tak tahu diri dengan ruang aman disekitarmu
Lagi-lagi terjerat oleh sosok diri yang menjadi lebih cemen dari sebelumnya, menyakiti hati sendiri dengan semua topeng kebahagiaan
Rasa itu sudah bukan untuk ku dan berjalan mundur
Malam, hujankan malam ini
Biarkan ku diseliputi rasa rindu
Karena hujan selalu saja berhasil menghangatkan rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar