Kamis, 04 Juni 2015

Diam-diam makan batu

Hay hay pagi ini terlalu bising dilewatkan, sebenarnya gue cuma tidur-tiduran sexy dikamar tapi suara kicauan burung-burung tetangga, ibu-ibu disamping rumah lagi antri beli nasi bungkus, dan suara-suara lain yang menyambut pagi gue kali ini. Tepatnya sedang bermanja-manja ria dengan tempat tidur, bantal dan boneka-boneka kesayangan yang selalu meluk gue tiap tidur (ini sungguh loh nggak ngigo yaa). Sebenarnya gue lagi berkhayal ini itu, hmmmm mau tau apa? Ahaha rahasia banget ini serius deh, tapi gue kasih tau satu khayalan gue dan please diaamiin kan ya para pembaca note ini *senyum tiga jari*. Okey gue mulai yaaa…
Jadi gini, diotak gue lagi banyak banget momen-momen yang melintas jauh didalam sana, satu persatu gue telusuri semuanya indah, indah banget malahan. Tapi banyak banget kendala dan rintangan yang harus gue hadapin, mulai dari keluarga, orang-orang tercinta sampai diri gue sendiri masuk di list nya. Pasti makin jengkel kan baca tulisan gue ini karena masih ngebayang apa yang sebenernya yang gue maksud? Ahaha yuuups tepat sekali emang itu lah yang gue khayalin, gimana caranya bisa tau apa yang orang lain pikirin sampai akhirnya mungkin dengan cara itu gue nggak ngelakuin kesalahan buat oranglain soalnya gue udah tau apa yang diinginkan dari oranglain ahaha mustahil banget emang, cuma orang-orang yang punya kemampuan lebih ajah kali ya yang bisa kaya gitu duuuuh imajinasi makin menggila…
Andai-andai masih mengandai-andai kalau ajah bisa nyiptain alat yang luar biasa itu… Tunggu, tunggu jadi keinget sosok lelaki yang sudah cukup matang untuk menikah tapi belum punya pasangan ahaha semoga ajah langsung ketemu jodoh ya ka…… setelah baca note ini aamiin. Jadi beliau bilang "kalau semua orang tau isi hati dan  pikiran seseorang, dunia ini bisa perang terus" setelah dipikir-pikir memang betul, terkadang kebohongan itu mendamaikan walaupun satu pihak tersakiti demi sebuah kedamaian. Namun jujur itu memang menyakitkan yang terkadang menimbulkan kebaikan. Entahlah otak makin berfikir makin terasa terpental jauh dari keramaian.
Mungkin detik kemudian menit dilanjutkan dengan jam, hari dan seterusnya akan terus berjalan namun semua yang tabu akan mata selalu saja menjadikan diri ini makin merasa penasaran dan bergairah menjalanin hidup. Lebih tepatnya kehidupan yang dikelilingin oleh banyak sekali karakter yang tumbuh didalam diri manusia secara ajaib yang beraneka ragam. Semoga saja semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya hingga berakhir dengan indah. Terlalu klise dibaca memang, namun bukankah setiap manusia mendambakan hidup yang berakhir dengan bahagia? Kalau anda menyangkalnya biar saja yang mengaamiin kannya.
Oh alam semesta jangan berhenti, jangan terluka, jangan bernanah dan jangan gentar oleh keadaan, legowo saja kalau kata orang Jawa.

Yogyakarta, 22 Januari 2015, 07:14 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar