Kamu
Malam
Sunyi
Harus tahu, sangat harus mengerti
Dalam diam bukan berarti tak tahu ataupun mati rasa
Andai semua hanya menatap dalam rupa sudah dapat dipastikan rasa tak lagi dapat dirasakan
Walau begitu rumit bukan berarti tak ada rasa yang dapat disampaikan
Dalam diam
Dalam diam iya dalam diam diharapkan ungkapkan rasa
Tak akan pernah cukup
Tak akan
Sampai dapat dimengerti
Benar-benar indah, sungguh bukan rayuan karena benar adanya
Saling
Itu lah yang menjadikan indah, bukan hanya rasa yang tercipta namun terasa dan selamatkan dekapan
Jangan lupa bahagia
Lagi-lagi selalu menghampiri bukan hanya ucapan rindu dan rasa
Iya kamu
Malam
Sunyi
Minggu, 21 Juni 2015
Rabu, 17 Juni 2015
Marhaban ya Ramadhan
Lagi-lagi gue puasa jauh dari orangtua, ini puasa ke-3 gue jauh dari orangtua yang gue sayangnya pake banget.
Pengen banget bisa puasa bareng papamama tapi apa daya, masih banyak yang harus diurus dikota pelajar ini.
Dinamakan kota pelajar mungkin karena banyak yang menuntut ilmu dikota Yogyakarta ini.
Ini malam pertama dibulan puasa yang penuh barokah, rahmat dan semua hal yang baik yang Allah ciptakan jauh lebih istimewa dari bulan-bulan lainnya.
Dinamakan bulan puasa juga mungkin karena dibulan ini umat Islam diseluruh bumi menjalankan ibadah puasa. Ya allah, saya rindu pelukanmu.
Rindu teramat sangat dengan semua nikmat yang telah Engkau berikan untuk hamba, keluarga hamba dan orang-orang yang hamba sayangi.
Ampun, ampuni hamba yang lekat dengan dosa-dosa ini.
Ya allah,
Subhanallahi wa bi hamdihi 100x
Jauhkan hamba dari rasa iri, dendam dan hal-hal yang Engkau larang. Terlalu banyak hal-hal yang membuat hamba terluka yang menghadirkan kekecewaan.
Mungkin ini hanya awal perjalanan yang harus ku tempuh.
Malam ini terlalu rapuh, terlalu ingin tidur dalam dekapan dan ingin mensyukuri segala nikmat dan rahmat yang telah Engkau berikan untuk hamba dan khususnya kedua orangtua hamba.
Bulan yang suci ini selalu saja membuatku merasa bergelimang dosa-dosa.
Ampun, ampun, ampun ya Allah ya Rabb
Aamiin
Mama papa, dede sayang kalian…
Minggu, 07 Juni 2015
C dan O
"Tuh kan nangis lagi hmmmmmm
Udah dibilang Chacha paling nggak suka kamu nangis kaya gini!"
Chacha mengusap air mata yang mengalir di pipi Oki dengan lembut, Chacha bergerak mencari tisu yang ada didalam tasnya. Setelah menemukan, Chacha berbalik ingin menghampiri Oki dan meberikan tisu yang sudah ia genggam.
Namun ketika ia berbalik Oki sudah ada didepannya dan memeluknya dengan teramat erat, lagi-lagi Chacha mampu merasakan detak jantung Oki dengan begitu jelasnya.
"Gue sayang lo bodoh, gue nyaman banget sama lo, kenapa kita nggak bisa nyatu!" Dengan suara sedikit pangau Oki mengatakan semuanya dengan jelas dan masih pelukan mereka semakin erat. Chacha teringat kembali betapa ia menyakiti diri dengan berpura-pura semuanya baik-baik saja, ia hanya ingin Oki tahu bahwa cinta mereka tak akan bisa bersatu. Chacha ingin sekali mengatakan apa yang sebenarnya ia rasakan yang tersimpan rapih didalam lubuk hatinya namun tak akan ia utarakan, karena hal itu tentu saja tak bisa mengubah takdir, semakin ia menyimpan semakin ia terluka parah namun senyum di bibir Chacha selalu mereka untuk Oki, pria yang teramat ia cintai namun ia memilih mengikhlaskan perasaannya.
Seperti memutar lagu yang hanya itu-tu saja, kembali Chaha mengatakan "aku juga sayang kamu, tapi mau gimana lagi ki, kita nggak bisa nyatu dan itu jawabannya, aku tetep sayang kamu, dan kamu udah tahu itu kan?"
Perlahan Oki melepaskan Chacha dari pelukannya, dengan mata dan wajah yang membuat Chacha semakin merasa harus lebih tegar dari sebelumnya. "Cuci muka mu, takut ada yang melihat keadaan kita seperti ini" ucsp Chaca sambil mengelus lembut wajah Oki dab mendaratkan ciuman di kening Oki. Sudah lewat sepuluh menit dari insiden tersebut, tangan mereka masih saling menggenggam entah ada yang ada dipikiran Chacha saat itu, ia hanya ingin saling membahagiakan saat itu. Oki menyalakan seputung rokok dan menghirupnya dalam-dalam. Besok merupakan hari terakhir ia bertemu Chacha sebelum semua memburuk, ia pun ingin terus bersama Chaha hari itu dan tak ingin kehilangan. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Mereka akan menjalani kehididupan mereka masing-masih lalu menenggelamkan diri daru rutinitas yang memaksa mereka melupakan rasa sakit, walau hanya sesaat.
*5 tahun kemudian
…………………………………………………
Udah dibilang Chacha paling nggak suka kamu nangis kaya gini!"
Chacha mengusap air mata yang mengalir di pipi Oki dengan lembut, Chacha bergerak mencari tisu yang ada didalam tasnya. Setelah menemukan, Chacha berbalik ingin menghampiri Oki dan meberikan tisu yang sudah ia genggam.
Namun ketika ia berbalik Oki sudah ada didepannya dan memeluknya dengan teramat erat, lagi-lagi Chacha mampu merasakan detak jantung Oki dengan begitu jelasnya.
"Gue sayang lo bodoh, gue nyaman banget sama lo, kenapa kita nggak bisa nyatu!" Dengan suara sedikit pangau Oki mengatakan semuanya dengan jelas dan masih pelukan mereka semakin erat. Chacha teringat kembali betapa ia menyakiti diri dengan berpura-pura semuanya baik-baik saja, ia hanya ingin Oki tahu bahwa cinta mereka tak akan bisa bersatu. Chacha ingin sekali mengatakan apa yang sebenarnya ia rasakan yang tersimpan rapih didalam lubuk hatinya namun tak akan ia utarakan, karena hal itu tentu saja tak bisa mengubah takdir, semakin ia menyimpan semakin ia terluka parah namun senyum di bibir Chacha selalu mereka untuk Oki, pria yang teramat ia cintai namun ia memilih mengikhlaskan perasaannya.
Seperti memutar lagu yang hanya itu-tu saja, kembali Chaha mengatakan "aku juga sayang kamu, tapi mau gimana lagi ki, kita nggak bisa nyatu dan itu jawabannya, aku tetep sayang kamu, dan kamu udah tahu itu kan?"
Perlahan Oki melepaskan Chacha dari pelukannya, dengan mata dan wajah yang membuat Chacha semakin merasa harus lebih tegar dari sebelumnya. "Cuci muka mu, takut ada yang melihat keadaan kita seperti ini" ucsp Chaca sambil mengelus lembut wajah Oki dab mendaratkan ciuman di kening Oki. Sudah lewat sepuluh menit dari insiden tersebut, tangan mereka masih saling menggenggam entah ada yang ada dipikiran Chacha saat itu, ia hanya ingin saling membahagiakan saat itu. Oki menyalakan seputung rokok dan menghirupnya dalam-dalam. Besok merupakan hari terakhir ia bertemu Chacha sebelum semua memburuk, ia pun ingin terus bersama Chaha hari itu dan tak ingin kehilangan. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Mereka akan menjalani kehididupan mereka masing-masih lalu menenggelamkan diri daru rutinitas yang memaksa mereka melupakan rasa sakit, walau hanya sesaat.
*5 tahun kemudian
…………………………………………………
Jumat, 05 Juni 2015
Celoteh kecametan tidur
Tidur buat gue pribadi adalah hal yang paling sakral harus gue lakuin ketika kepala gue udah nyut-nyutan bahkan mata gue bisa ngeliat benda-benda yang ada disekeliling gue goyang.
Aneh, emang aneh banget segitu berdampaknya kalau gue kurang tidur bahkan ketika otak gue mikir keras hal terbaik yang harus gue lakuin itu tidur.
Mungkin otak gue udah terlalu keforsir sampai lupa gimananya nge refresh biar nggak ngeheng kaya komputer pentium satu.
Bahkan ketika gue nyoba buat tidur banyak banget hal yang otak gue khayalin, mikirin, bahkan nyari solusi gimana cara terbaik buat menyelesain masalah-masalah yang belum tuntas gue selesaiin.
Gimana nggak ngeselin, pernah sampai 6-8 jam nyoba buat tidur udah gusak-gusuk ditempat tidur tapi masih nggak bisa tidur, sering banget kesel sendiri alhasil gue bersih-bersih rumah, rapihin baju yang berantakan dilemari, bahkan gue baca novel ataupun nulis sampe gue ngerasa lega ya kaya yang gue lakuin sekarang ini.
Cara mengatasi buat bisa cepet tidur dan berkencan dengan mimpi *lol.
Hari ini, gue udah ngelakuin semua hal diatas tapi belum kunjung ngantuk, sepertinya gue harus berkencan dengan skripsi gue yang baru gue ambil revisiannya dari dosen pembimbing gue, setelah tiga minggu berlalu dan baru hari ini ketemu dan selesai direvisi sama dosen pembimbing gue.
Konyol, gimana anak jurusan PBI dikampus gue pada gondok sama dosen-dosen yang ngebimbing? Banyak banget dosen yang buat ulah ini itu, alhasil mepetin dosen gimana pun caranya biar cepet selesai, walaupun kemungkinan dosen itu cape atau sibuk sekalipun, tetep harus kekeh dikejar.
Ya Allah
Nasip anak semester akhir ya gini deh, lagi bener-bener on garap, dosennya yang ngundur dengan alasan ini itu, dan disaat lagi males dan muak banget eh dosen lagi giat buat ngerevisi.
Mau gimana lagi? Apa yang bisa dilakuin anak semester akhir bahkan udah tua kaya gue? Ahaha banyak yang bilang gue masih mudah, soalnya perawakan gue yang kecil dan petakilan banget bahkan ceria.
Tapi gue secara pribadi udah anggep diri gue tua, gimana nggak secara gue anak bontot tapi gue didesain bakalan jadi tulang punggung keluarga, jadi udah terbiasa mikul beban, keras kepala dan gimana caranya hidup buat ngebahagiain walau gue sadar, banyak banget hal yang negatif udah gue lakuin, setidaknya gue nggak suka cari musuh. Gue cuma mau ngebantu dan ngebahagian orangtua, orang-orang terdekat gue dan mereka yang gue anggep berarti buat hidup gue, selebihnya ya say hallo ajah. Kalau ada yang cari masalah, bisa gue lucuti sampai benci dan bikin sensasi ujung-ujungnya ngehasut mereka yang dekat dan ada disekitar gue.
Kalau mereka percaya sama apa yang orang udah benci sama gue ya silahkan, berarti gue cukup tau kalau lo sama ajah sama orang itu.
Jadi nggak perlu gue ambil pusing dan goodbye anjing deh dihidup gue. Lucu sih sebenernya, nyari kesalahan dan keburukan gue alhasil bikin cerita yang bener-bener NGGAK NYATA dan itu tolol banget buat yang percaya ahaha.
Duh jadi maki-maki lagi kan malem-malem, skiplah yaa ahaha
Kalau ada yang nggak suka sama gue dan baca blog gue ini silahkan buat drama dan sebarkan gosip tentang gue yang konyol kalau gue denger, gue sih ketawa ajah dan makin bahagia soalnya kalian masih perduli tentang hidup gue ini *yuhuuu ahahaha
Ada apa ini?
Ini ada apa? Ahahaha
Selamat malam dan telah tengah malam
Mari lanjut revisian yuuuk ahaha
Kamis, 04 Juni 2015
Sebab mengapa aku membiru #1
Ahahahahaha
Lulucon konyol yang wanita itu katakan membuat hampir penghuni ruangan tertawa lepas
Mungkin hanya aku dan dua laki-laki disudut ruangan yang tak menghiraukan lulucon tersebut
Sekali lagi wanita itu membuat seisi kelas terbuai oleh kisah-kisah yang ia ceritakan yang 90% mengenai kehidupan wanita itu yang penuh dengan kepedihan, selulitan dan haus akan belas kasihan
Semua telinga yang mendengarnya sulit untuk mengacuhkan setiap kepedihan yang ia utarakan
Tapi tidak dengan ku!
Mengapa aku seperti tidak memiliki hati atau aku sirik kepada wanita itu
Tidak, aku tidak sirik kepada wanita itu, aku hanya sudah hafal betul dengan setiap drama yang ia sampai kan, dengan wajah muram, suara sangau dan intonasi yang dibuat semiris mungkin
Sekilas kisah akan aku ceritakan, apa yang manjadi sebab bungkam ku untuk wanita itu
Kami dahulu menjadi sahabat yang bisa dikatakan saudara, dimana ada aku disitu ada wanita tersebut, bahkan kami tinggal 2 tahun di satu atap
Namun seketika semuanya berubah, disaat ia bertengkar dengan salah satu penghuni kontrakan yang sudah aku anggap kakak kandungku sendiri, ia mencaci difacebook bahkan ingin membunuh kakak itu. Aku tidak mengetahui apa penyebab ia selancang itu.
Kemudian,dengan seizin kakak itu aku pun menghampiri wanita itu dan bertanya ada apa sebenarnya ini?……
Aku pun kembali mengampiri kakak itu dan menyampaikan apa yang wanita itu ceritakan kepadaku.
*2hari suasana rumah semakin membeku
Sabtu sore itu aku pergi bersama kakak, menuju rumah kawan kakak di Bantul. Sepanjang perjalanan kakak bercerita bahwa ia telah berbicara kepada wanita itu namun wanita itu berkata yang tidak sesuai dengan apa yang telah ia ucapkan kepadaku…
Lalu bagaimana sikap ku?
Sekali lagi aku tak bisa membalas keburukan dan aku hanya memendam sendiri, ku anggap aku cukup mengetahui apa yang memang seharusnya aku ketahui jauh sebelumnya.
*1 minggu pun berlalu
Sore itu kakak sedang mudik dan hanya tinggal aku, wanita itu berserta anak, suami dan adiknya dikontrakan.
Aku masih sibuk mengerjakan tugas kuliahku, kemudian……
Camet part 1
Selamat
datang dinegeri yang penuh dengan cinta rasa kopi, yang disekelilingnya
terdapat serbuk mocca.
Hati adalah raja dan organ tubuh yang lain hanya prajurit
Dingin mencengkam raga, namun hati selalu dapat menghangatkan jiwa.
Seorang pemuda duduk dibawah pohon apel rindang, kepalanya merunduk menatap sebuah foto usang ditangannya, wajahnya penuh dengan rasa cemas seperti sedang mengingat sebuah kenangangan yang entah terlupakan atau sengaja dilupakan kembali ia menyilangkang kedua kakinya agar lebih rileks dalam mengingiat, namun tetap belum ada jawaban dari rasa ingin tahunya.
Ia menyusuri jalan yang disekelilingnya terdapat banyak sekali pasangan yang terlihat bahagia, namun ia tetap sendiri menyusuri jalan yang ia tempuh.
Satu setengah jam ia berjalan, ia merasa lelah dan menghentikan perjalanannya disebuah taman kecil yang terlihat usang, seperti sudah lama tak ada manusia yang datang. Dia memilih duduk diatas batu menghadap kesebuah patung. Patung itu seakan membawanya kedalam ingatan 7 tahun silam, ia teringat sesuatu, hal yang selama ini ia cari adalah sosok patung tersebut. Senyumpun merekah diwajahnya diselingi rasa bahagia yang tak bisa ia untaikan dengan kata-kata, bersingkuhlah pemuda tersebut dengan foto yang sudah terlepas dari tangannya.
Hati adalah raja dan organ tubuh yang lain hanya prajurit
Dingin mencengkam raga, namun hati selalu dapat menghangatkan jiwa.
Seorang pemuda duduk dibawah pohon apel rindang, kepalanya merunduk menatap sebuah foto usang ditangannya, wajahnya penuh dengan rasa cemas seperti sedang mengingat sebuah kenangangan yang entah terlupakan atau sengaja dilupakan kembali ia menyilangkang kedua kakinya agar lebih rileks dalam mengingiat, namun tetap belum ada jawaban dari rasa ingin tahunya.
Ia menyusuri jalan yang disekelilingnya terdapat banyak sekali pasangan yang terlihat bahagia, namun ia tetap sendiri menyusuri jalan yang ia tempuh.
Satu setengah jam ia berjalan, ia merasa lelah dan menghentikan perjalanannya disebuah taman kecil yang terlihat usang, seperti sudah lama tak ada manusia yang datang. Dia memilih duduk diatas batu menghadap kesebuah patung. Patung itu seakan membawanya kedalam ingatan 7 tahun silam, ia teringat sesuatu, hal yang selama ini ia cari adalah sosok patung tersebut. Senyumpun merekah diwajahnya diselingi rasa bahagia yang tak bisa ia untaikan dengan kata-kata, bersingkuhlah pemuda tersebut dengan foto yang sudah terlepas dari tangannya.
BAPER (Bawa Perasaan)
Ku ceritakan kembalii kisah kawan wanitaku
Rintik-rintik hujan masih saja menyapa ibu kota
Aku menunggu kawan wanitaku sambil bercermin
Mengenakan baju seadanya dan sedikit ulasan lipstik
kukenakan
Dering telepon ku dengar dan mengangkatnya
Kawan wanitaku sudah sampai didepan rumah
Ia masih tetap seperti dahulu
Sejak tiga tahun berlalu kami tak berjumpa
Ia datang berkunjung ingin bercerita tentang pria
yang telah mencuri hatinya dengan manis
Selayaknya anak gaul ibu kota dengan aksen yang
mulai terdengar asing bagiku
Pria tersebut berasal dari Lampung
Sudah satu tahun terakhir mereka bersama
Kawanku menceritakan perilaku pria tersebut dengan
rinci
Ku tetap menyimak setiap cerita yang ia utaraka
Dapat ku kutipkan
Bahwa pria tersebut pria sukses, muda, dan berkarisma
Pintar bukan kepalang pria tersebut mencuri hati
kawan wanitaku
Dengan semua hal manis yang ia tuangkan dengan
lembut
Namun seketika lenyap dan menjadi tawar
Tak ada gundah yang terucap hanya harapan palsu yang
telah dijanjikan
Membahagiakan untuk siapa?
Berpihak kepada siapa?
Apa semua akan kembali baik-baik saja?
Mencengkram dan bungkam
Mudah sekali semua terlontar dari bibir manis pria
Hingga menjadi racun hati
Air mata
Lagi-lagi mengalir dari bola mata indah seorang
wanita
Yogyakarta,
3 April 2015, 22:15 PM
Tuhan Dekaplah Aku Dalam Pangkuanmu
Semakin terisak dan tersiksa
Semakin ingin ku lucuti kulit ini dengan sadis
Memori-memori yang tak terbantahkan
Deru nafas yang menggebu
Mata terpejam menikmati dan erangan yang tak
terelakan
Deras keringat yang mengucur dengan sadis dalam
permainan
Detik menit dan jam pun berlalu
Permainan masih tetap tak ingin disudahi
Wanita muda yang sedang gila akan sensasi bercinta
Dan pria muda yang sedang mengeksploitasi
gerakan-gerakan lembut
Sepasang anak muda yang sedang menikmati dosa besar
Bercak darah telah tumpah dan membanjiri seprai
Pria muda khawatir dan berhenti sejenak dalam
permainan
Tolonglah mereka
Semoga selamat
Tolonglah mereka yang telah dibutakan oleh
bejat-bejat nafsu
Ampunilah dosa wanita dan pria tersebut
Tuhan
Tuhan
Tuhan
Aku tahu engkau tak pernah tertidur
Hentikanlah waktu dan dekaplah wanita muda bodoh ini
Yogyakarta,
23 April 2015, 21:44 PM
Berkedok sahabat
Sahabat berdatangan karena duka
Menimbulkan selaga rasa di olehnya
Selayaknya morphime
Bila tidak di pakai oleh sang pecandu
Kisah hidup selalu terbagi dititik-titik hampa
Terkadang bahagia
Namun meninggalkan luka membekas
Luka yang bernanah utuh menjadi bumerang yang siap
mematikan
Sang candu
Yogyakarta,
16 September 2014, 02:43 AM
Lagumu akan kematian
Masih saja terdengar lantang di daun telinga ini
Akan alunan-alunan lirik yang pernah teruca oleh
bibir manismu
Kamu yang membenci sosok yang dengan jelas nampak terlihat
Namun sayang seribu sayang
Aku akan selalu ada disetiap mimpi indah mu
Karena aku mencintaimu dengan doa
Melihat mu bahagia walau bukan aku yang kamu cinta
Pengobat rasa pilu di hati akan mu
Yogyakarta,
14 September 2014, 21:56 PM
Cencorang
“Hey, cencorangku sedang apa kamu?”
Tak ada jawaban yang ku dengar hanya kesunyian, ku
panggil kembali namun tetap tak ada sepatah katapun yang terdengar, lalu
ketengok dari pintu kamarmu yang sedikit terbuka itu, ternyata dirimu sedang
tertidur pulas. Manis, menggemaskan dan menggiurkan untuk ku goda, dengan nakal
ku belai wajahmu. Ku lihat lebih dalam nampak jelas raut wajahmu muram, ada apa
dengan raut wajahmu itu? Entah apa yang telah merusak dan mengganggu mimpi
indahmu.
Ku usap wajah tampan mu dengan lembut, berharap
tidurmu lebih damai seperti dahulu ketika kamu tertidur pulas dipangkuanku,
sayangnya wajah tampan mu tetap muram. Ku panjatkan doa kepada Tuhan agar di
dalam mimpimu hadir kedamaian yang mampu membuat mimpi mu indah karena aku
rindu senyum simpul di bibir mu dan aku ingin melihatnya sekali lagi saja.
Wajah cencorang laki-laki ini selalu berhasil
menarik diri ku agar lebih dekat dengannya, apa ini yang dinamakan takdir? Aku
sendiri tak pernah tahu apa yang telah di gariskan Tuhan untuk ku, namun
bersama dengannya seperti ini membuatku percaya bahwa takdir untuk ku mencintaimu
adalah satu anugrah Tuhan untukku.
Semakin lekat tubuh ini dengan ragamu, aku ingin
mencuri mimpiku agar berpindah menjadi mimpi-mimpi manis yang ku miliki
bersamamu. Tuhan, mengapa cencorangku berwajah murung seperti ini? Aku tak
ingin dia bersedih apalagi terluka. Ku rebahkan tubuh ini disampingnya,
melihatnya dengan seksama dan refleks ku dekap ia erat dalam pelukanku , tetap
seperti dan ku mohon hanya dengan cencorangku dapat bermimpi indah dan semua
mimpi buruk yang dimilikinya sirna terbakar hangatnya dekapan yang ku berikan
kepadanya.
Ku kecup bibir mu dengan lebut, kemudian mata indah
mu terbuka secara perlahan, dan kita saling menatap. Pelukan sesaat di balas
dengan pelukan hangat, kecupan singkat dibalas dengan ciuman mesra, itu yang
pernah kamu katakan. Sontak kamu membalas pelukanku dengan pelukan terhangat
milikmu, aku bahagia hari ini bahkan teramat sangat bahagia karena ini aku
merindukanmu, layaknya beberapa bulan silam sebelum aku terjatuh dan tenggelam
di laut Sumatera hingga membuat nadiku berhenti berdetak.
Yogyakarta,
2 April 2015, 02:23 AM
Diam-diam makan batu
Hay hay pagi ini terlalu bising dilewatkan, sebenarnya gue cuma
tidur-tiduran sexy dikamar tapi suara kicauan burung-burung tetangga, ibu-ibu
disamping rumah lagi antri beli nasi bungkus, dan suara-suara lain yang
menyambut pagi gue kali ini. Tepatnya sedang bermanja-manja ria dengan tempat
tidur, bantal dan boneka-boneka kesayangan yang selalu meluk gue tiap tidur
(ini sungguh loh nggak ngigo yaa). Sebenarnya gue lagi berkhayal ini itu, hmmmm
mau tau apa? Ahaha rahasia banget ini serius deh, tapi gue kasih tau satu
khayalan gue dan please diaamiin kan ya para pembaca note ini *senyum tiga
jari*. Okey gue mulai yaaa…
Jadi gini, diotak gue lagi banyak banget momen-momen yang melintas jauh didalam sana, satu persatu gue telusuri semuanya indah, indah banget malahan. Tapi banyak banget kendala dan rintangan yang harus gue hadapin, mulai dari keluarga, orang-orang tercinta sampai diri gue sendiri masuk di list nya. Pasti makin jengkel kan baca tulisan gue ini karena masih ngebayang apa yang sebenernya yang gue maksud? Ahaha yuuups tepat sekali emang itu lah yang gue khayalin, gimana caranya bisa tau apa yang orang lain pikirin sampai akhirnya mungkin dengan cara itu gue nggak ngelakuin kesalahan buat oranglain soalnya gue udah tau apa yang diinginkan dari oranglain ahaha mustahil banget emang, cuma orang-orang yang punya kemampuan lebih ajah kali ya yang bisa kaya gitu duuuuh imajinasi makin menggila…
Andai-andai masih mengandai-andai kalau ajah bisa nyiptain alat yang luar biasa itu… Tunggu, tunggu jadi keinget sosok lelaki yang sudah cukup matang untuk menikah tapi belum punya pasangan ahaha semoga ajah langsung ketemu jodoh ya ka…… setelah baca note ini aamiin. Jadi beliau bilang "kalau semua orang tau isi hati dan pikiran seseorang, dunia ini bisa perang terus" setelah dipikir-pikir memang betul, terkadang kebohongan itu mendamaikan walaupun satu pihak tersakiti demi sebuah kedamaian. Namun jujur itu memang menyakitkan yang terkadang menimbulkan kebaikan. Entahlah otak makin berfikir makin terasa terpental jauh dari keramaian.
Mungkin detik kemudian menit dilanjutkan dengan jam, hari dan seterusnya akan terus berjalan namun semua yang tabu akan mata selalu saja menjadikan diri ini makin merasa penasaran dan bergairah menjalanin hidup. Lebih tepatnya kehidupan yang dikelilingin oleh banyak sekali karakter yang tumbuh didalam diri manusia secara ajaib yang beraneka ragam. Semoga saja semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya hingga berakhir dengan indah. Terlalu klise dibaca memang, namun bukankah setiap manusia mendambakan hidup yang berakhir dengan bahagia? Kalau anda menyangkalnya biar saja yang mengaamiin kannya.
Oh alam semesta jangan berhenti, jangan terluka, jangan bernanah dan jangan gentar oleh keadaan, legowo saja kalau kata orang Jawa.
Yogyakarta, 22 Januari 2015, 07:14 AM
Jadi gini, diotak gue lagi banyak banget momen-momen yang melintas jauh didalam sana, satu persatu gue telusuri semuanya indah, indah banget malahan. Tapi banyak banget kendala dan rintangan yang harus gue hadapin, mulai dari keluarga, orang-orang tercinta sampai diri gue sendiri masuk di list nya. Pasti makin jengkel kan baca tulisan gue ini karena masih ngebayang apa yang sebenernya yang gue maksud? Ahaha yuuups tepat sekali emang itu lah yang gue khayalin, gimana caranya bisa tau apa yang orang lain pikirin sampai akhirnya mungkin dengan cara itu gue nggak ngelakuin kesalahan buat oranglain soalnya gue udah tau apa yang diinginkan dari oranglain ahaha mustahil banget emang, cuma orang-orang yang punya kemampuan lebih ajah kali ya yang bisa kaya gitu duuuuh imajinasi makin menggila…
Andai-andai masih mengandai-andai kalau ajah bisa nyiptain alat yang luar biasa itu… Tunggu, tunggu jadi keinget sosok lelaki yang sudah cukup matang untuk menikah tapi belum punya pasangan ahaha semoga ajah langsung ketemu jodoh ya ka…… setelah baca note ini aamiin. Jadi beliau bilang "kalau semua orang tau isi hati dan pikiran seseorang, dunia ini bisa perang terus" setelah dipikir-pikir memang betul, terkadang kebohongan itu mendamaikan walaupun satu pihak tersakiti demi sebuah kedamaian. Namun jujur itu memang menyakitkan yang terkadang menimbulkan kebaikan. Entahlah otak makin berfikir makin terasa terpental jauh dari keramaian.
Mungkin detik kemudian menit dilanjutkan dengan jam, hari dan seterusnya akan terus berjalan namun semua yang tabu akan mata selalu saja menjadikan diri ini makin merasa penasaran dan bergairah menjalanin hidup. Lebih tepatnya kehidupan yang dikelilingin oleh banyak sekali karakter yang tumbuh didalam diri manusia secara ajaib yang beraneka ragam. Semoga saja semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya hingga berakhir dengan indah. Terlalu klise dibaca memang, namun bukankah setiap manusia mendambakan hidup yang berakhir dengan bahagia? Kalau anda menyangkalnya biar saja yang mengaamiin kannya.
Oh alam semesta jangan berhenti, jangan terluka, jangan bernanah dan jangan gentar oleh keadaan, legowo saja kalau kata orang Jawa.
Cukup sudah
Ada apa dengan hati ini, dia begitu rapuh tak lagi setegar dahulu
Yang menginginkan tetep tersenyum namun semakin menyadarkanku bahwa aku penipu
Penipu untuk diriku sendiri, untuk kebahagian siapa? Aku hanya tak ingin dikasihani oleh kepalsuan yang mengetahui keadaanku
Begitu banyak yang manusia disekililingku namun aku tak pernah tahu diantara mereka yang tulus menjaga dan mengerti kondisiku atau hanya sekedar mendekatiku untuk menikamku dari belakang
Aku sudah terlalu letih untuk mempercayai sahabat bahkan cinta sekalipun
Seakan mereka hanya memberikan kemanisan diawal dan mengakhirinya dengan membunuh karakterku
Aku benci mereka
Teramat sangat membenci dengan kondisi bahwa aku tidak bisa membalas kekejian yang mereka berikan kepadaku
Terlalu rapuh dan tak ingin mengenal mereka lagi dihidupku
Sahabat dan cinta
Jangan lagi datang jika hanya ingin menabur bunga kematian untuk ku
Lagi-lagi aku berjalan mundur seakan tak pernah terjadi begitu banyak hal yang menyiksa dan membunuh kebagiaan ku
Aku mohon hentikan
Berhenti ada diselilingku
Aku teramat tersiksa walau hanya sekedar berpapasan
Aku tak ingin disakiti lebih dalam, ku mohon dan amat sangat berharap luka nanah ini sembuh seketika
Lagi-lagi aku menjadi badut untuk diriku sendiri
Mereka selalu saja melihatku bahagia dan akan selalu seperti itu
Hingga aku dipertemukan dengan seseorang yang mampu menjaga, mengerti dan tentunya tak berkhianat untukku.
Aamiin kan…
Yang menginginkan tetep tersenyum namun semakin menyadarkanku bahwa aku penipu
Penipu untuk diriku sendiri, untuk kebahagian siapa? Aku hanya tak ingin dikasihani oleh kepalsuan yang mengetahui keadaanku
Begitu banyak yang manusia disekililingku namun aku tak pernah tahu diantara mereka yang tulus menjaga dan mengerti kondisiku atau hanya sekedar mendekatiku untuk menikamku dari belakang
Aku sudah terlalu letih untuk mempercayai sahabat bahkan cinta sekalipun
Seakan mereka hanya memberikan kemanisan diawal dan mengakhirinya dengan membunuh karakterku
Aku benci mereka
Teramat sangat membenci dengan kondisi bahwa aku tidak bisa membalas kekejian yang mereka berikan kepadaku
Terlalu rapuh dan tak ingin mengenal mereka lagi dihidupku
Sahabat dan cinta
Jangan lagi datang jika hanya ingin menabur bunga kematian untuk ku
Lagi-lagi aku berjalan mundur seakan tak pernah terjadi begitu banyak hal yang menyiksa dan membunuh kebagiaan ku
Aku mohon hentikan
Berhenti ada diselilingku
Aku teramat tersiksa walau hanya sekedar berpapasan
Aku tak ingin disakiti lebih dalam, ku mohon dan amat sangat berharap luka nanah ini sembuh seketika
Lagi-lagi aku menjadi badut untuk diriku sendiri
Mereka selalu saja melihatku bahagia dan akan selalu seperti itu
Hingga aku dipertemukan dengan seseorang yang mampu menjaga, mengerti dan tentunya tak berkhianat untukku.
Aamiin kan…
Selasa, 02 Juni 2015
Ingkar
Semua terlihat biasa saja walau hanya tipu daya yang ditampilkan
Mungkin hanya aku yang terlalu mendramatisir setiap kejadian yang telah terjadi
Dan akan terjadi, hingga semua terasa begitu lekat di ruang hati
Saya tahu, bahwa dia telah menghuni sebagian hati berawal dari pertemuan kami
Namun aku ingkari semua itu
Karena terlalu resiko yang akan datang kelak
Dan pada akhirnya aku memilih melepas semua yang ada dengan caraku
Hey kamu tahu tidak?
Setiap aku mendengar lagu kebersamaan kita, bidik tajam ku akan momen indah
Kembali aku merindu
Sudah berulang kali ku melakukan hal bodoh macam ini
Dan berujung kembali akan rasa sakit yang telah ditimbulkan
Bahwa kamu bukan untuk ku
Semua terjadi begitu saja dan berjalan tanpa bisa ku prediksi
Aku percaya
Dan aku yakin
Allah teramat mencintaimu
Sehingga menjaga namamu di dalam hati ini dengan rapih dan sulit ternetralisir
Kamu
Harus mampu berdiri
Dan berjuang, demi kebaikan yang telah nampak jelas dikelopak mata mu
Aku
Izinkan aku
Membakar semua rasa ini, ku biarkan bertaburan dan kebebasan milikmu
Mungkin hanya aku yang terlalu mendramatisir setiap kejadian yang telah terjadi
Dan akan terjadi, hingga semua terasa begitu lekat di ruang hati
Saya tahu, bahwa dia telah menghuni sebagian hati berawal dari pertemuan kami
Namun aku ingkari semua itu
Karena terlalu resiko yang akan datang kelak
Dan pada akhirnya aku memilih melepas semua yang ada dengan caraku
Hey kamu tahu tidak?
Setiap aku mendengar lagu kebersamaan kita, bidik tajam ku akan momen indah
Kembali aku merindu
Sudah berulang kali ku melakukan hal bodoh macam ini
Dan berujung kembali akan rasa sakit yang telah ditimbulkan
Bahwa kamu bukan untuk ku
Semua terjadi begitu saja dan berjalan tanpa bisa ku prediksi
Aku percaya
Dan aku yakin
Allah teramat mencintaimu
Sehingga menjaga namamu di dalam hati ini dengan rapih dan sulit ternetralisir
Kamu
Harus mampu berdiri
Dan berjuang, demi kebaikan yang telah nampak jelas dikelopak mata mu
Aku
Izinkan aku
Membakar semua rasa ini, ku biarkan bertaburan dan kebebasan milikmu
Koma
Suara serak
Baris berbaris
Tariakan perintah
Sahabat
Logat Jawa
Gedung Juang
Rindu atau hanya ada rasa kosong didalam sana
Katakan saja terbuai dan benar adanya
Harum rumah tercinta dan entah mengapa diri ini semakin lemah kemudian membiru tragis
Baris berbaris
Tariakan perintah
Sahabat
Logat Jawa
Gedung Juang
Rindu atau hanya ada rasa kosong didalam sana
Katakan saja terbuai dan benar adanya
Harum rumah tercinta dan entah mengapa diri ini semakin lemah kemudian membiru tragis
Ular bersperma
Wanita belia berparas melayu
Menjajakan lekuk indah tubuh bergaun merah marun
Dengan keindahan yang mampu menyihir kaum adam dengan candunya
Pinggir jalan saksi kisahnya
Jalan yang menjadi lalu lalang ular-ular liar
Sedang merindukan belaian hangat
Saling beradu mata menggoda
Menepi mobil keluaran tahun 2000an
Manis berbicara
Lancang gerakan
Ular liar sedang berjalan menuju sarang
Cairan putih bening tanda sang ular telah terlena
Ular-ular liar kembali menuju sarang aslinya
Lalu tertidur pulas di dalam beti belati
Menjajakan lekuk indah tubuh bergaun merah marun
Dengan keindahan yang mampu menyihir kaum adam dengan candunya
Pinggir jalan saksi kisahnya
Jalan yang menjadi lalu lalang ular-ular liar
Sedang merindukan belaian hangat
Saling beradu mata menggoda
Menepi mobil keluaran tahun 2000an
Manis berbicara
Lancang gerakan
Ular liar sedang berjalan menuju sarang
Cairan putih bening tanda sang ular telah terlena
Ular-ular liar kembali menuju sarang aslinya
Lalu tertidur pulas di dalam beti belati
Senin, 01 Juni 2015
Kucing bunting bau amis
Sedang bosan dikontrakan
Untungnya sepasang kekasih (sahabatku) singgah, setidaknya ada penghibur dan teman untuk komunikasi layaknya manusia normal lainnya
Setelah berbincang-bincang ala anak gaul kekinian, mereka pamit untuk pulang, karena sahabat laki-laki ku mau kembali ke padepokannya
*mikir 5 menit
Aku putusin buat menginap dikontrakan sahabatku itu, bisa dikatakan silahturahmi dan ketemu temenku yang satu kontrakan dengannya
Perjalanan dari ring road selatan menuju ke ring road utara
Jauh bukan? Ahahaha sangaaaat
Sebenarnya kota Jogja ini kecil, tak sebanding dengan kota kelahiranku Jakarta
Namun tetap saja perjalanan yang dekat untuk ukuran Jakarta, namun jauh buat ku
Aku sudah jadi pemalas dan manja dengan lokasi Jogja yang serba dekat
Maafkan aku pa ma, anakmu ini makin menjadi-jadi kegilaannya dengan kemalasan
Sesampai disana, ada seekor kucing betina yang sedang bunting dari kucing piaraan sahabatku itu
Kucing itu diberi nama Bafi, alhamdulillah bukan Bau namanya
Kalau namanya benar-benar Bau itu horor
Berarti pemiliknya sudah tau kalau Bafi besar akan Bau
Aku pernah memelihara kucing, tapi itu sudah lama sekali
Mungkin saat aku duduk di bangku sekolah dasar
Bafi ini dia kucing betina teraneh yang pernah aku jumpai, warnanya yang pekat, gendut, berbulu tebal namun berbau yang menyengat seperti amis darah
Sahabatku pikir, Bafi keguguran tapi setelah di cek tak ada tanda-tanda darah di pasir didalam kandangnya
Untuk pertama kalinya aku berpikir, mungkin kucingnya terjangkit kangker serviks atau penyakit kelamin dibagian kewanitaan.
Demi apapun, kalau memang benar berarti kucing betina itu sudah berkali-kali berganti pasangan.
Ampun Tuhan, ampuni kucing betina itu
Kasian, dia sedang bunting
*kita tertawa dan kebingungan
Keesokan paginya temanku membersihkan kandang Bafi
Ia sedang menyiram karpet merah
Bau Bafi semakin menjadi-jadi saja
Aku mengenakan masker dan keluar kembali
Kemudian sahabatku berkata
Bukan kucingnya yang bau tapi karpet merah itu yang dalam keadaan basah disimpan dekat dengan kandang Bafi yang jadi penyebabnya
Maaf Bafi, maaf sudah menuding kamu terkena penyakit menyeramkan itu
Bafi jangan marah ya
Ibu bunting itu harus ikhlas soalnya
Ahahaha
Ahahahahaha
Ahahahahahahahaha
Pesan moral:
Jangan asal menuding, kasian kucing buntingnya
Untungnya sepasang kekasih (sahabatku) singgah, setidaknya ada penghibur dan teman untuk komunikasi layaknya manusia normal lainnya
Setelah berbincang-bincang ala anak gaul kekinian, mereka pamit untuk pulang, karena sahabat laki-laki ku mau kembali ke padepokannya
*mikir 5 menit
Aku putusin buat menginap dikontrakan sahabatku itu, bisa dikatakan silahturahmi dan ketemu temenku yang satu kontrakan dengannya
Perjalanan dari ring road selatan menuju ke ring road utara
Jauh bukan? Ahahaha sangaaaat
Sebenarnya kota Jogja ini kecil, tak sebanding dengan kota kelahiranku Jakarta
Namun tetap saja perjalanan yang dekat untuk ukuran Jakarta, namun jauh buat ku
Aku sudah jadi pemalas dan manja dengan lokasi Jogja yang serba dekat
Maafkan aku pa ma, anakmu ini makin menjadi-jadi kegilaannya dengan kemalasan
Sesampai disana, ada seekor kucing betina yang sedang bunting dari kucing piaraan sahabatku itu
Kucing itu diberi nama Bafi, alhamdulillah bukan Bau namanya
Kalau namanya benar-benar Bau itu horor
Berarti pemiliknya sudah tau kalau Bafi besar akan Bau
Aku pernah memelihara kucing, tapi itu sudah lama sekali
Mungkin saat aku duduk di bangku sekolah dasar
Bafi ini dia kucing betina teraneh yang pernah aku jumpai, warnanya yang pekat, gendut, berbulu tebal namun berbau yang menyengat seperti amis darah
Sahabatku pikir, Bafi keguguran tapi setelah di cek tak ada tanda-tanda darah di pasir didalam kandangnya
Untuk pertama kalinya aku berpikir, mungkin kucingnya terjangkit kangker serviks atau penyakit kelamin dibagian kewanitaan.
Demi apapun, kalau memang benar berarti kucing betina itu sudah berkali-kali berganti pasangan.
Ampun Tuhan, ampuni kucing betina itu
Kasian, dia sedang bunting
*kita tertawa dan kebingungan
Keesokan paginya temanku membersihkan kandang Bafi
Ia sedang menyiram karpet merah
Bau Bafi semakin menjadi-jadi saja
Aku mengenakan masker dan keluar kembali
Kemudian sahabatku berkata
Bukan kucingnya yang bau tapi karpet merah itu yang dalam keadaan basah disimpan dekat dengan kandang Bafi yang jadi penyebabnya
Maaf Bafi, maaf sudah menuding kamu terkena penyakit menyeramkan itu
Bafi jangan marah ya
Ibu bunting itu harus ikhlas soalnya
Ahahaha
Ahahahahaha
Ahahahahahahahaha
Pesan moral:
Jangan asal menuding, kasian kucing buntingnya
Mata itu membiru
Kamu sedang berada tepat dikobaran api yang sedang membakar arang tak tahu apa-apa yang baik hati
Wajah itu masih saja membeku setelah kehadiranku, bahkan tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mungil mu
Kamu bungkam kepadaku dan memalingkan wajah kemudian berbicara dengan wanita tepat dihadapan mu
Lanjutkan saja seperti itu, itu menyadarkanku untuk memberi ruang diantara kita
Aku wanita yang telah mengaku menyayangimu namun bermain layaknya tak tahu diri dengan ruang aman disekitarmu
Lagi-lagi terjerat oleh sosok diri yang menjadi lebih cemen dari sebelumnya, menyakiti hati sendiri dengan semua topeng kebahagiaan
Rasa itu sudah bukan untuk ku dan berjalan mundur
Malam, hujankan malam ini
Biarkan ku diseliputi rasa rindu
Karena hujan selalu saja berhasil menghangatkan rindu
Wajah itu masih saja membeku setelah kehadiranku, bahkan tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mungil mu
Kamu bungkam kepadaku dan memalingkan wajah kemudian berbicara dengan wanita tepat dihadapan mu
Lanjutkan saja seperti itu, itu menyadarkanku untuk memberi ruang diantara kita
Aku wanita yang telah mengaku menyayangimu namun bermain layaknya tak tahu diri dengan ruang aman disekitarmu
Lagi-lagi terjerat oleh sosok diri yang menjadi lebih cemen dari sebelumnya, menyakiti hati sendiri dengan semua topeng kebahagiaan
Rasa itu sudah bukan untuk ku dan berjalan mundur
Malam, hujankan malam ini
Biarkan ku diseliputi rasa rindu
Karena hujan selalu saja berhasil menghangatkan rindu
Langganan:
Komentar (Atom)