Nama: Efi
Septianingsih
NIM: 17710251013
Penelitian dan
Evaluasi Pendidikan
Kelas B
Ini merupakan
refleksi kedua saya untuk mata kuliah Filsafat Ilmu, dan mohon maaf
jikalau penulisan atau refleksian saya jauh dari kata baik, karena
jujur saya sendiri merasa gelisah jikalau memiliki kesalahan apalagi
yang berkaitan dengan Filsafat. Jadi sebelum saya membuat refleksian
ini saya berdoa semoga hati saya tidak kacau dan selalu dalam
lindungan-Nya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada
pertemuan ke dua perkuliahan Filsafat Ilmu
dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 Oktober 2017 pukul 11.10 s.d.
12.50 berlokasi di ruang 200B Gedung lama
Pascasarjana. Kuliah Fisafat Ilmu diampu oleh Prof. Dr. Marsigit,
M.A.
Diawal
pembelajaran kami awali dengan berdoa menurut agama dan
keyakinan kami masing-masing, dan bagi yang
beragama muslim membaca doa Al- Fatihah sedangkan bagi agama lain
diminta untuk menyesuaian. Karena didalam
kelas kami terdapat keyakinan yang berbeda-beda walupun dengan
mayoritas Islam. Dan doa pun
dipimpin langsung oleh Prof. Marsigit, M.A.
Beliau
menerangkan sebagimana yang tertera dalam rekaman, dan perihal
dibawah merupakan review berdasarkan yang beliau sampaikan didalam
kelas.
Pada
pertemuan ke dua kali ini kami
diminta mengeluarkan selembar kertas untuk
menjawab pertanyaan yang diberikan oleh
Prof. Dr. Marsigit, M.A. kami diberi sedikit waktu
untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh beliau.
Berikut adalah
pertanyaan yang diajukan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
beserta jawabannya:
|
No.
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
|
1
|
Anda itu apa?
|
Hakikat
|
|
2
|
Anda itu siapa?
|
Potensi
|
|
3
|
Anda itu mana?
|
Terpilih
|
|
4
|
Anda dari mana?
|
Dipilih
|
|
5
|
Anda mau ke mana?
|
Memilih
|
|
6
|
Anda sedang apa?
|
Berfikir
|
|
7
|
Anda denga siapa?
|
Pikiran
|
|
8
|
Anda mengapa?
|
Bertanya
|
|
9
|
Anda memikirkan apa?
|
Objek
|
|
10
|
Anda asal dari mana?
|
Potensi
|
|
11
|
Siapa di belakang anda?
|
Epoche
|
|
12
|
Siapa di depan anda?
|
Pilihan
|
|
13
|
Siapa di atas ada?
|
Prinsip
|
|
14
|
Apa di bawah anda?
|
Bayangan
|
|
15
|
Apa masa depan anda?
|
Teleologi
|
|
16
|
Apa sejarah anda?
|
Fatal
|
|
17
|
Apa sejarah anda?
|
Vital
|
|
18
|
Siapa nama anda?
|
Ikon
|
|
19
|
Di mana rumahmu?
|
Didalam bahasa
|
|
20
|
Siapa orangtuamu?
|
Potensi jiwa
|
|
21
|
Apa milikimu?
|
Sifat
|
|
22
|
Apa bayanganmu?
|
Kenyataan
|
|
23
|
Apa ketetapanmu?
|
Ideal
|
|
24
|
Apa kenyataanmu?
|
Realis
|
|
25
|
Siapa musuh mu?
|
Mitos
|
Dan
hasil dari pertanyaan sebagian besar mahasiswa mendapat skor 0 dan
hanya 4 mahasiswa yang mendapatkan nilai 4. Nilai 4 itu pula karena
mahasiswa mampu menjawab 1 pertanyaan dengan benar dikalikan 4 maka
score nya menjadi 4.
Beliau
menyampaikan bahwa “belajar Filsafat harus mulai dari 0 kalau sudah
dapat 90 sombongnya bukan main, dan score 0 itu meruntuhkan egomu.
Dan beliau juga talah menemukan solusi sebagai sarana pengampunan
bahwa mahasiswa harus membaca powermathematics.blogspot.co.id
dan uny.academia.edu/MarsigitHrd.”
Dalam belajar
filsafat semakin tidak dapat semakin baik, semakin bingung semakin
baik, semakin tidak bisa semakin baik, semakin kacau pikiran kita
semakin baik maka kacaukanlah pikiran tapi jangan kacau dalam hati.
Namun jika kacau pikiran menandakan akan
mendapatkan ilmu. Maka sebenar benarnya damai itulah musuhmu. Karena
tidak berpikir, maka tidur dalam filsafat itu mitos karena tidak
sedang berfikir.
Filsafat
adalah tiga pilar, yang pertama pilar
hakikat, pilar metode dan pilar manfaat.
Berikut merupakan penjelasan dari jawaban diatas”.
Siapa
anda? jangankan anda batu, tumbuhan hingga batupun adalah
potensi. Ada dua potensi yaitu potensi tetap dan potensi berubah,
atau pontensi fatal dan potensi vital. Jadi,
apapun yang sudah terjadi itu adalah potensi takdir. Maka bagi
orang-orang beriman, takdir itu yang terbaik. Itulah pentingnya
beriman bahwa kematian kapanpun saatnya seorang mati itulah yang
terbaik. Maka kalau tidak beriman akan kacau hidupnya karena seperti
komentar Donald Trump menghadapi penembakan masal, ia mengatakan
bahwa setiap kematian adalah mengerikan. Kalau orang beriman
tidak mengatakan itu, orang beriman akan mengatakan bahwa kematian
adalah takdir. Maka sebenar-bernar masalalumu itu adalah kodrat
atau takdir sedangkan kodrat atau takdir itu yang terpilih. Yang
memilih adalah Tuhan.
Masa
depan adalah memilih, siapa yang memilih? Yang
memilih adalah dirimu sendiri. Jadi mulai dari melihat. Maka
sebenar-benarnya masa depanmu adalah pilihanmu itu. Mulai
dari melihat, mendengar, merasa, menyentuh. Anda
sedang apa? Sedang barfikir.
Karena dunia itu kecil dan menjadi satu
monoisme itu
hanya milik Tuhan. Kamu dengan siapa?
Dengan pikiran karena
pertanyaan yang filsafat. Karena sebenar-benarnya hidup adalah
berfikir.
Definisi
mati itu macam macam, cacing dipotong jadi tiga bagian belum mati,
tapi manusia kejatuhan kursi kerap mengatakan “mati aku” maka
mati memiliki definisi yang macam-acam. Dalam manusia tidak ada
istilah mati, karena setelah mati ia akan hidup kembali. Ada amal dan
perbuatannya yang harus dipertanggung jawabkan. Maka setelah mati ada
kehidupan. Maka dalam filsafat orang tidur itu mati, karena ia tidak
sedang berpikir, dikatakan mati jika ia
tidak sedang dalam keadaan berdoa., berbeda dengan mati secara
spiritual, perdangangan ataupun politik.
Anda
sedang apa? Sedang mengada.
Karena diberikan potensi menjadi potensi. Bisa mengada karena punya
kesempatan memilih. Anda mengapa? Anda ada disitu karena
bertanya, karena bertanya awal pikiran. Asalmu dari mana?
Berasal dari vatal dan vital. Siapa dibelakangmu?
Epoche, jadi semua secara fisik manusia diberi karunia yang
penting oleh tuhan untuk menyimpan gudang, yaitu tempat dibelakangmu
adalah gudang jadi tempat dibelakangmu.
Secara
fisik merupakan gudang karena engkau
tidak mampu melihatnya, engkau tidak mampu melihat apa yang ada di
belakang dirimu jadi kamu tidak perlu memikirkannya. Secara
metafisik, ketika aku menghadapi anda padahal anda di depan
saya, aku tidak sedang memikirkan istri saya, istri saya dalam
filsafat sudah saya tangkap dan masukkan ke dalam epoche.
Sebab jika aku memandang kamu dan sedang memikirkan istri saya aku
tidak bisa fokus. Itulah makna hidup, mampu memilih.
Manusia diberi sifat abtraksi,
abstaksi adalah memilih. Abstraksi adalah
fokus yang dibicarakan relefan dengan kepintingannya. Jadi
sebenar-benarnya orang bijaksana adalah orang yang mampu bertindak
sesuai ruang dan waktunya itulah orang bijaksana
itulah filsafat. Maka sebenar-benar orang cerdas sesuai dengan
ruang waktunya. Begitu pula dengan bahagia.
Jadi
siapa yang didepan anda adalah pilihan, siapa yang ada di atas anda
itu prinsip, di bawah kita bayangan, bayangan itu kenyataan.
Mahasiswa ada di ruang kuliah ini karena ada prinsip, prinsipnya
menuntut ilmu. Prinsipun bertingkat-tingkat, mulai dari prinsip yang
paling tinggi yaitu prinsip milik Tuhan,
turunkan dengan prinsip sesuai dengan para Nabi,
diturunkan menjadi prinsip Negara sesuai UUD 1945, prinsip
pemerintah, prinsip Universitas, maka
prinsip ada di atas karena mengatur diri kita.
Maka
prilakumu itu adalah bayang-bayang dari
sebuah dua buah atau banyak prinsip, oleh
karena itu semakin tinggi,
semankin menyatu akan semakin tunggal, yaitu Tuhan Yang Maha
Esa. Semakin ke bawah semakin plural. Diriku
dengan yang yang akan datang akan berbeda. Nama tidak pernah tepat,
jadi sebagi contoh “Sabri sesuai dengan ruang dan waktunya”. Jadi
dibawah kita
dalah kenyataan kita
dan masa depan kita ada teleologi, segala macam yang masa depan,
memperkirakan atau menebak adalah teleologi. Nama
kita adalah
Icon, itu adalah dunia. Terperangkap
oleh semua, maka semua adalah ikon masing-masing.
Dimana
rumahmu? Filsafat pertama adalah alam,
dimana semua filsuf tertuju pada alam. Selanjutnya adalah estetika
manusia sebelum ada agama, 2000 tahun sebelum Masehi. Sampai setelah
ada agama baru disebut filsafat ketuhanan, satu abad yang lalu sampai
zaman yang kita tidak mengerti disebut filsafat
bahasa atau filsafat analitik. Maka
karena rumahku adalah bahasa, sebenar-benarnya dirimu adalah bahasa.
Sebagai monitoring ruang dan waktu. Itulah prinsip belajar tidak
terputus sama seperti berdoa.
Kontradiksai
zaman sekarang adalah bahasa yang dimanipulasi, karena begitu
mudahnya filsafat. Akuntabilitas merupakan hal yang dapat dipercaya
dan sosteinbilitas. Kuasa bernafas, mendengar, maka sebenar benarnya
sifat adalah
kuasa.
Sesuatu
yang tetap adalah ideal,
kalau dinaikan ketetapanmu adalah Tuhan. Ketetapanku adalah ciptaan
Tuhan, tak akan lekang oleh waktu. Tak akan ada yang bisa mengelak
sedangkan yang berubah-ubah adalah realisme, kenyataan kita adalah
yang beribah-ubah. Logos
dalam keadaan berfikir dan lugos
dalam keadaan tidak berfikir.
Pada
akhir kuliah seperti biasa, kuliah ditutup dengan kata saling mohon
maaf jika ada kata yang tidak berkenan. Diingatkan untuk tetap
semangat berjuang, berdoa semoga dalam lindungan Tuhan. Keselamatan
dalam dunia maupun akhirat. Jasmani maupun rohani. Pembelajaran
diakhiri dengan berdoa.
Nb:
Inilah memikirkan yang orang lain tidak pikirkan
SemangArt