Tepi jalan diujung jembatan ini sebagai saksi bisu terjadinya pecampaan berlangsung
Cinta menyakiti sekali lagi dengan segenap harga diri sebagai wanita aku tersenyum dan berjalan meninggalkan bekas tanah itu
Kamu menyakiti aku begitu dengan indahnya seperti tak pernah terjadi memori indah antara kita sebalumnya
Ku lepas sepatu sialan ini dan aku buang entah kemana mendaratnya
Telepon genggang sialan ini pun menjadi sasaran empuk aku maki tak perduli dengan warga sekitar yang menyaksikan ku seperti orang idiot
Aku tak akan kembali kelubang bangsat itu dimana manusia saling memakan tanpa perduli siapa saudara dan siapa penjilat
Lima menit sudah berlalu aku tertawa terbahak-bahak mengingat dua jam sialan yang telah aku lewatkan
Untung Tuhan mengeluarkan aku
Terimakasih Tuhan
Selamat menikam dan tertikam
Yogyakarta 11-3-2016